Ekonomi

Mendag Sesumbar Surplus Neraca Dagang Maret 2021 Indikasi Ekonomi RI Sehat

Surplus neraca dagang Maret 2021 sentuh US$1,57 miliar indikasikan pertumbuhan ekonomi yang sehat


Mendag Sesumbar Surplus Neraca Dagang Maret 2021 Indikasi Ekonomi RI Sehat
Enam menteri baru yang masuk kabinet Indonesia Maju Tri Rismaharini, Sandiaga Salahuddin Uno, Budi Gunadi Sadikin, Yaqut Cholil Qoumas, Sakti Wahyu Trenggono, dan Muhammad Lutfi memberikan keterangan usai diumumkan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2020). (BPMI)

AKURAT.CO, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Maret 2021 yang mengalami surplus sebesar US$1,57 miliar mengindikasikan pertumbuhan kegiatan ekonomi berjalan baik dan pertumbuhan ekonomi yang sehat.

“Ekspor nonmigas kita pada Maret 2021 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah. Impor juga meningkat lumayan tinggi. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sehat. Maret menjadi momentum landasan pacu ekonomi Indonesia,” kata Mendag pada konferensi pers secara virtual di Jakarta, melansir Antara, Jumat (16/4/2021).

Mendag memaparkan, struktur ekspor Indonesia sudah didominasi oleh sektor industri, dengan ekspor barang industri pada Maret 2021 mencapai 80,84 persen dari total ekspor RI.

“Jadi Indonesia ini sudah menjual barang-barang industri,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Mendag menggarisbawahi tiga komoditas ekspor yang mendongkrak kinerja ekspor non-migas.

Pertama yakni ekspor besi baja yang tumbuh 60,67 persen pada Januari-Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, ekspor Crude Palm Oil (CPO) yang tumbuh 60,67 persen pada Januari-Maret 2021 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terakhir yakni ekspor otomotif yang menempati lima ekspor terbesar, meningkat 15,48 persen pada triwulan I/2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan RI mengalami surplus US$1,57 miliar pada Maret 2021 dengan total nilai ekspor US$18,35 miliar dan impor US$16,79 miliar.

Sumber: ANTARA

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu