Ekonomi

Mendag: Presiden Jokowi Serukan Setop Perang di Ukraina Sebab Perburuk Perekonomian Dunia

Presiden Jokowi memandang perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia.


Mendag: Presiden Jokowi Serukan Setop Perang di Ukraina Sebab Perburuk Perekonomian Dunia
Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan kepada para peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2020 di Istana Negara, Kamis (6/2/2020). Rakornas Karthula 2020 ini mendengarkan laporan Menkopolhukam mengenai penanganan kebakaran hutan tahun 2019. Dalam rakornas tersebut juga dihadiri gubernur para bupati, Danrem, Dandim, Kapolda, Kapolres hingga Kepala BPBD dari berbagai daerah (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo menyerukan penghentian perang di Ukraina saat  mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN–Amerika Serikat (AS) 11–13 Mei 2022 di AS.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan Presiden Jokowi  memandang perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Kenaikan harga pangan, energi, dan inflasi telah terjadi,sangat memperberat perekonomian dan memperlambat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs di negara berkembang dan kurang berkembang.

Dikatakan Mendag Lutfi, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa saat ini dunia sedang mengalami masalah baru yang tidak ringan. Setelah diserang pandemi Covid-19 yang kini berangsur mulai membaik, dunia dikejutkan oleh masalah perang Rusia–Ukraina. 

baca juga:

“Presiden Joko Widodo menegaskan seharusnya dunia segera pulih dari pandemi Covid-19, namun dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka,” kata Lutfi melqlui keterangan resminya, Minggu (15/5/2022).

Ia mengatakan penekanannya adalah pada besarnya pengaruh AS, Eropa dalam menghentikan perang diUkraina. 

"Sekali lagi menghentikan perang, bukan memenangkan perang di Ukraina,” tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi menuturkan Presiden Jokowi menegaskan bahwa perang tidak akan menguntungkan siapa pun. 

“Bapak Presiden menegaskan bahwa setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan dan perdamaian dapat terwujud,” ujarnya.

Saat ini, kondisi pertumbuhan ekonomi dunia cukup memprihatinkan. Dana Moneter Internasional atau IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023.