Ekonomi

Mendag Ngotot Impor Beras, Fadli Zon: Benar-benar Mau Menghancurkan Petani!

Mendag Ngotot Impor Beras, Fadli Zon: Benar-benar Mau Menghancurkan Petani!
Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR Fadli Zon saat menjadi pembicara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Media Center, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Diskusi mengangkat tema 'Pandemi dan Situasi Politik Internasional'. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon menilai rencana Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi impor beras satu juta ton baru-baru ini merupakan bentuk gagalnya pembangunan pertanian di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, pemerintah bisa dianggap tak mampu memenuhi pangan rakyat dengan melaksanakan impor beras.

"Rencana Mendag untuk impor beras ini sama saja menyatakan pembangunan pertanian khususnya pangan telah gagal. Artinya Pak @jokowi bisa dianggap tak mampu penuhi pangan bagi rakyat," ucapnya lewat cuitan di akun Twitter-nya @fadlizon, Jakarta, Selasa (23/3/2021).

baca juga:

Ia juga mengatakan, rencana impor tersebut juga menghancurkan petanian dan sektor pertanian di Indonesia.

"Luar biasa nafsu impor beras 1 juta ton ini, benar-benar mau menghancurkan petani dan sektor pertanian," jelasnya.

Seperti diketahui, dalam Rapat bersama dengan DPR RI pada Senin (23/3/2021), Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku siap berhenti dari jabatannya kalau keputusan mengenai impor beras sebesar 1 juta ton salah.

Ia mengatakan keputusan tersebut diambil melalui perhitungan yang matang terkait dengan ketersediaan beras di Perum Bulog.

"Saya mesti memikirkan yang tidak terpikirkan, saya mesti mengambil keputusan pada keputusan yang tidak populer, saya hadapi. Kalau memang saya salah, saya siap berhenti, tidak ada masalah, tapi tugas saya memikirkan yang tidak dipikirkan oleh bapak dan ibu," ungkapnya.

Ia menjelaskan saat 23 Desember 2020 lalu ketika ia baru saja dilantik, sudah ada notulen rapat di tingkat kabinet yang menyatakan bahwa Perum Bulog harus memiliki cadangan beras atau iron stock sebesar 500 ribu ton. Dimana hal tersebut bisa dipenuhi dengan impor. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu