News

Mendag Kampanyekan Anaknya, Politisi Demokrat: Itu Memalukan

Kamhar menyesalkan langkah yang dilakukan Zulhas kampanyekan keluarganya saat bagi-bagi minyak goreng gratis.

Mendag Kampanyekan Anaknya, Politisi Demokrat: Itu Memalukan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menunjukkan minyak goreng kemasan sederhana di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (6/7/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyorot langkah Menteri perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang kampanyekan putrinya, Futri Zulya Savitri saat membagikan minyak goreng gratis di pasar murah di Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung, Sabtu (9/7/2022) lalu. 

Kamhar menyesalkan langkah yang dilakukan Zulhas. Dia menyebut tindakan Zulhas sebagai penyalahgunaan kekuasaan.

"Membagi-bagikan minyak goreng yang saat ini menjadi komoditi sensitif yang tengah ditangani Kemendag disertai ajakan untuk memilih puterinya pada Pilkada mendatang tentunya hal yang memalukan dan tidak patut bagi seorang pejabat negara apalagi Menteri Perdagangan, " kata Kamhar dalam keterangannya, Selasa (12/7/2022). 

baca juga:

"Ini sangat disayangkan. Publik membacanya sebagai penyalahgunaan kekuasaan karena mendahulukan kepentingan pribadi di atas tugas," sambungnya. 

Kamhar menilai kegiatan yang dilakukan Zulhas serupa dengan apa yang dilakukan Jokowi terhadap anak dan menantunya. 

"Bedanya Pak Zulhas memakai tangannya sendiri sementara Pak Jokowi menggunakan tangan para pembantunya. Ini menjadi contoh buruk dalam ikhtiar pendewasaan demokrasi oleh penguasa," ujar Sekjen BPP Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PSPI) itu. 

Oleh karena itu, kata Kamhar, Zulhas mestinya fokus mengatasi persoalan minyak goreng, bukan hanya pada harga dan ketersediaan migor, tapi juga harga tandan buah sawit yang anjlok sampai kurang dari Rp1000 per kilogram. Hal ini tentu sangat memukul petani sawit. 

"Menjadi ironi ketika harga minyak goreng dan minyak sawit dunia sedang tinggi namun petani malah merugi. Dibandingkan dengan petani sawit Malaysia harga TBS bisa 4 kali lipatnya, " ucap dia. 

Kamhar meminta Ketum PAN itu untuk fokus memperbaiki kesalahan kebijakan Presiden Jokowi yang menghentikan ekspor beberapa waktu lalu sehingga berdampak pada sengsaranya petani sawit. 

"Semestinya bersuka malah menjadi berduka akibat kebijakan Pak Jokowi yang tak  tepat dan tak berdasar kajian yang memadai," tukas dia.[]