Ekonomi

Mendag Buka Keran Impor dari Gula Hingga Bawang Putih, Alasannya?

hal tersebut merupakan upaya untuk menjaga kestabilan bahan pokok ditahun ini


Mendag Buka Keran Impor dari Gula Hingga Bawang Putih, Alasannya?
Menteri Perdagangan yang baru, Muhammad Lutfi saat memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/12/2020). (Screenshot YT Setkab)

AKURAT.CO Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengeluarkan sejumlah izin impor seperti gula, daging sapi hingga bawang putih.

Ia menyebutkan hal tersebut merupakan upaya untuk menjaga kestabilan bahan pokok ditahun ini.

" Izin impornya sudah saya keluarkan. Itu akan menjadi cukup, lebih dari cukup untuk memastikan bahwa kalau terjadi kenaikan harga kita mempunyai stok yang cukup," tutur Mendag saat Outlook Perdagangan 2022, Selasa (18/1/2022).

baca juga:

Namun demikian, Mendag tak menyebut secara pasti berapa jumlah total impor tersebut.

Ia juga mengatakan untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut memang Indonesia harus membutuhkan pasokan dari negara lain seperti bawang putih yang kebutuhannya 95 persen dari China. Kemudian gula dari India, sapi dari Australia, kedelai dari Amerika Serikat dan Brazil.

" Tahun lalu, Kementan mengeluarkan izin impor 864 ribu ton. Yang kita keluarkan di Kementerian Perdagangan hanya 600 ribu ton, realisasinya tidak lebih dari 475 ribu ton. Jadi memang kita biasanya mengimpor untuk bawang putih sekitar 500 ribu ton, dan ini sesuai dengan apa yg kita jalankan dari tahun per tahunnya," katanya.

Ia memastikan bahwa izin impor tersebut sudah keluar, sehingga bulan ini kebutuhan komoditas tersebut dapat dipenuhi hingga minggu depan.

" Beberapa barang yang sudah dikeluarkan izinnya akan sampai di pelabuhan Indonesia minggu depan atau minggu terakhir dari bulan Januari. Jadi kita sudah siap dan lengkap angka-angkanya," pungkasnya.

Sekadar informasi, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan pemerintah perlu mengevaluasi mekanisme impor gula secara keseluruhan, termasuk mengenai kuota dan perizinan. Proses pengurusan izin impor seringkali kurang transparan dan memiliki banyak sekali hambatan.