Ekonomi

Mendag AS Sebut Boeing Bakal Datang ke RI, Untuk Apa?


Mendag AS Sebut Boeing Bakal Datang ke RI, Untuk Apa?
Mendag AS Wilbur Ross dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, hari ini, Rabu (6/11/2019) (Akurat.co/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Menteri Perdagangan Amerika Serikat (Mendag AS) Wilbur Ross menyebut manajemen Boeing bakal mengunjungi Indonesia. Adapun kunjungan itu dimaksudkan sebagai bagian dari delegasi yang dilakukan antara AS dengan Indonesia yang berlangsung hari ini, Rabu (6/11/2019).

Ross juga mengatakan Boeing berkomitmen untuk berbicara dengan Lion Air serta meminta maaf kepada para korban kecelakaan pesawat Boeing 737-8 MAX nomor penerbangan JT610 rute PK-LQP tahun lalu.

"Boeing telah menunjukkan kesediaan untuk melakukan lebih banyak dan berbicara dengan Lion Air dan sangat meminta maaf kepada para korban atas apa yang terjadi. Jadi Boeing akan datang ke sini. Mereka adalah bagian dari delegasi yang kami miliki hari ini," tutur Ross.

Sebelumnya diberitakan, Ross beserta delegasi menyambangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Jakarta, hari ini, Rabu (6/11/2019).

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kunjungan Ross kali ini untuk membahas kerjasama antara Indonesia dengan Amerika Serikat yang terlah berjalan selama 70 tahun. Adapun isu yang dibahas secara detail terkait dengan investasi.

Selain itu, dibahas juga soal finalisasi Generalized System of Preferences (GSP) yang diharapkan segera dilakukan. Bahkan Airlangga menyebut bahwa Amerika mengundang Indonesia untuk mengikuti Event terkait investasi disana.

"Padahal yang bersama juga Menlu tadi menyampaikan kerjasama Indo-Pacific, dan rencana Indonesia membuat Indo-Pacific Summit tahun depan dan bersama juga dibahas tekhnis delegasi bisnis yang ada di Indonesia untuk bekerjasama diberbagai sektor," tutur Mantan Menteri Perindustrian tersebut.

Adapun sektor-sektor itu diantaranya mulai dari penerbangan, kesehatan serta sektor-sektor jasa lainnya. "Termasuk Tesla, Honeywell dan banyak perusahaan Amerika lain yang ingin memanfaatkan perkembangan ekonomi di Indonesia," jelas Airlangga.[]