Rahmah

Mencuci, Masak, dan Menyapu Bukan Kewajiban Istri, Begini Penjelasannya

Pekerjaan rumah bukan merupakan kewajiban satu pihak saja


Mencuci, Masak, dan Menyapu Bukan Kewajiban Istri, Begini Penjelasannya
Mencuci pakaian (GOOD HOUSEKEEPING)

AKURAT.CO Pada tradisinya di negara kita, banyak anggapan bahwa mencuci dan masak serta menyapu adalah kewajiban istri. Padahal di dalam kacamata Islam tidaklah demikian. 

Pekerjaan rumahan menurut mazhab Syafi’iyah, Hanabilah dan sebagaian Malikiyah berpendapat bahwa hal itu bukan kewajiban istri. Hanya saja lebih baik jika istri membantu suami dalam urusan rumah sebagaimana yang telah berlaku di masyarakat. Sebagaimana diterangkan dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyah juz 29:

   ذهب الجمهور (الشافعية والحنابلة وبعض المالكية) الى أن خدمة الزوج لاتجب عليها لكن الأولى لها فعل ما جارت العاجة به   

  

Artinya: "Jumhur Ulama (Syafiiyyah, Hanabilah dan sebagian Malikiyah) berpendapat bahwa tidak wajib bagi istri membantu suamianya. Tetapi lebih baik jika melakukan seperti apa yang berlaku (membantu)."

Dalam Khasyiyatul Jamal juz 4 juga dikatakan demikian:

وقع السؤال فى الدرس هل يجب على الرجل اعلام زوجته بأنها لاتجب عليها خدمة مما جرت به العادة من الطبخ والكنس ونحوهما مماجرت به عادتهن أم لا وأوجبنا بأن الظاهر الأول لأنها اذا لم تعلم بعدم وجوب ذلك ظنت أنه واجب وأنها لاتستحق نفقة ولاكسوة إن لم تفعله فصارت كأنهامكرهة على الفعل...   

Artinya: "Wajib atau tidakkah bagi suami memberitahu istrinya bahwa sang sitri tidak wajib  membantu memasak, mencuci dan sebagainya sebagaimana yang berlaku selama ini? Jawabnya adalah wajib bagi suami memberitahukan hal tersebut, karena jika tidak diberitahu seorang istri bisa menyangka hal itu sebagai kewajiban bahkan istri akan menyangka pula bahwa dirinya tidak mendapatkan nafkah bila tidak membantu (mencuci, memasak dan lainnya). Hal ini akan manjadikan istri merasa menjadi orang yang terpaksa."

Maka jelas, yak. Memasak, mencuci atau pekerjaan-pekerjaan rumah lainnya bukanlah tugas kewajiban istri. Suami bahkan, alangkah baiknya memberitahu bahwa demikian itu bukanlah kewajibannya. Adapun jika memang istri mengerjakan, baiknya tidak menjadi beban, dan harus dibantu oleh suaminya. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu