News

Mencekam! Kerusuhan Pecah di Penjara Kolombia, 59 Napi Tewas

Mencekam, Kerusuhan Pecah di Penjara Kolombia, 59 Napi Tewas


Mencekam! Kerusuhan Pecah di Penjara Kolombia, 59 Napi Tewas
Potret narapidana di sebuah penjara di Bogota, Kolombia ( Ivan Valencia/AP)

AKURAT.CO Sebanyak 49 narapidana tewas dan puluh lainnya terluka setelah kerusuhan pecah di sebuah penjara di kota Tulua, Kolombia.

Insiden itu, yang terjadi pada Selasa (28/7), menjadi salah satu kerusuhan penjara terburuk di negara itu. 

Kepala badan penjara nasional, Jenderal Tito Castellanos telah menggambarkan kericuhan itu sebagai 'peristiwa tragis dan mengecapnya sebagai 'bencana'. 

baca juga:

Belum segera diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya kerusuhan dan bagaimana kronologi rincinya.'

Namun, menurut Castellanos, para tahanan sempat menggelar protes semalaman, yang kemudian memicu kebakaran.

"Ini adalah peristiwa tragis dan sebuah bencana. Ada situasi, yang rupanya itu adalah kerusuhan, dan para tahanan menyulut beberapa kasur dan terjadilah kebakaran besar yang sayangnya memicu kematian 49 tahanan," kata Castellanos berbicara kepada Caracol Radio, pada Selasa.

Castellanos menambahkan bahwa 30 orang mengalami luka, dan puluhan lainnya telah dievakuasi.

Laporan senada disampaikan oleh seorang juru bicara dari Lembaga Pemasyarakatan dan Penjara Nasional. Ia menambahkan bahwa para korban tewas saat mencoba lari dari penjara.

Juru bicara itu kemudian mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa laporan korban masih awal, dan 'mungkin akan berubah'.

Penjara tersebut, yang berada di barat daya Tulua, memiliki 1.267 narapidana. Sementara, blok sel tempat kebakaran terjadi menampung setidaknya 180 tahanan.

Dilaporkan The Guardian bahwa penjara-penjara di Kolombia berada dalam kondisi yang penuh sesak. Angka resmi menunjukkan penjara berkapasitas 81 ribu orang, tetapi dipenuhi oleh 97 ribu narapidana.

Presiden yang akan lengser, Ivan Duque, tengah mengunjungi Portugal saat insiden terjadi. Turun di Twitter, Duque mengatakan bahwa insiden itu akan diselidiki.

Ivan Duque sementara itu, mengungkap soal upaya penyelidikan.

"Kami menyesali kejadian di penjara di Tulua, Valle del Cauca. Saya telah berkomunikasi dengan (Jenderal Tito Castellanos) dan saya telah memberikan instruksi untuk melanjutkan penyelidikan yang memungkinkan kita untuk mengklarifikasi situasi yang mengerikan ini," kata Duque dalam sebuah posting Twitter.

Negara Andes itu sempat membebaskan beberapa tahanan selama pandemi virus corona. Keputusan itu diambil usai lebih dari 20 narapidana tewas dalam protes tahun 2020, dengan tahanan mengeluh soal kondisi padat dan kurangnya layanan.

Presiden terpilih Kolombia, Gustavo Petro telah menempatkan persoalan penjara sebagai bagian dari agenda pekerjaannya.

"Kekerasan penjara mengharuskan penggambaran ulang sepenuhnya terhadap kebijakan yang seharusnya humanis dan memberikan martabat pada para tahanan," kata Petro, yang akan menjabat pada Agustus.

Ratusan orang tewas di penjara-penjara di negara tetangga Ekuador pada tahun lalu. Pemerintah mengatakan bahwa kerusuhan itu sebagai imbas dari kekerasan terkait dengan persaingan antara geng-geng narkoba yang gagal dipadamkan. []