Ekonomi

Menatap Nasib Industri Alat Berat di 2022

Pasar alat berat masih memiliki potensi besar di tahun 2022

Menatap Nasib Industri Alat Berat di 2022
Ilustrasi alat berat (Weibo)

AKURAT.CO Pasar alat berat masih memiliki potensi besar di tahun 2022. Dengan meningkatnya permintaan produk tambang seperti batubara, nikel dan tembaga, diharapkan penjualan alat-alat berat nasional juga akan meningkat dimasa mendatang.

Mempertimbangkan hal tersebut, maka PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBF) mengklaim bakal tetap fokus pada pembiayaan produk alat berat dengan membidik sektor industri pertambangan, konstruksi, perkebunan dan logistik dengan dukungan grup usaha PT Intraco Penta Tbk yang sudah berpengalaman lebih dari 50 tahun.

" Sampai dengan 30 September 2021, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp784,3 miliar, atau turun sebesar 10,51 persen dari akhir tahun 2020," tutur Direktur Keuangan IBF Alexander Reyza, Jumat (17/12/2021).

baca juga:

Untuk total piutang pembiayaan (netto) dalam bentuk pembiayaan investasi, modal kerja, pembiayaan multiguna dan pembiayaan yang berbasis syariah sampai dengan 30 September 2021 tercatat sebesar Rp406,9 miliar. IBF mengalami negative ekuitas sebesar Rp398,6 miluar yang disebabkan oleh pembebanan impairment atas debitur-debitur Non Performing Financing.

" Namun di tahun 2022, Perseroan optimis mendapatkan sumber pendanaan baru dari calon investor strategis sehingga berdampak pula terhadap perbaikan kondisi keuangan IBF," terangnya.

Menurutnya, pihaknya saat ini tengah menyusun langkah strategis yang akan dilakukan di tahun 2022 yaitu dengan menggandeng investor baru untuk memperkuat struktur permodalan IBF. Pendanaan baru dari calon investor diharapkan selesai pada akhir 2022.

" Dengan adanya sumber pendanaan baru, IBF kembali dapat memberikan fasilitas pembiayaan baru serta melakukan kerjasama pabrikan alat-alat berat untuk mencapai target penyaluran fasilitas pembiayaan baru dan rasio-rasio keuangan terkait permodalan yang disyaratkan oleh OJK dapat terpenuhi, " pungkasnya.

Menatap Nasib Industri Alat Berat di 2022 - Foto 1

Sekadar informasi, Kementerian Perindustrian memandang, Industri alat berat berperan penting mendukung kegiatan usaha lain, seperti di sektor pertambangan, pengolahan lahan hutan, pembangunan infrastruktur, serta perkebunan dan pertanian.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, kinerja industri alat berat nasional mulai memperlihatkan tanda-tanda perbaikan pada tahun ini, yang tercermin dari laporan produksi dan penjualan. 

Apalagi, pemerintah sedang fokus untuk pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, khususnya daerah-daerah terluar Indonesia. Pembangunan ini mencakup kegiatan-kegiatan pembukaan lahan serta pembuatan sarana dan prasarana pendukung kehidupan masyarakat.[]