News

Menang Pemilu dengan 50,5 Persen Suara, William Ruto Jadi Presiden Terpilih Kenya

Mengusung pencitraan 'wong cilik', William Ruto mengalahkan Raila Odinga yang didukung presiden petahana Uhuru Kenyatta.

Menang Pemilu dengan 50,5 Persen Suara, William Ruto Jadi Presiden Terpilih Kenya
Ketua Komisi Pemilu Wafula Chebukati (kiri) menyatakan William Ruto (kanan) sebagai pemenang pemilihan presiden Kenya 2022. (BBC)

AKURAT.CO Wakil Presiden William Ruto dinyatakan memenangkan Pemilihan Presiden Kenya di tengah ketegangan dramatis. Meraup 50,5 persen suara, ia mengalahkan pesaingnya, Raila Odinga.

Dilansir dari BBC, ini pertama kalinya Ruto mencalonkan diri sebagai presiden setelah 10 tahun menjabat sebagai wakil presiden. Pria 55 tahun ini berselisih dengan Presiden Uhuru Kenyatta yang mendukung Odinga untuk menggantikannya.

Dalam sambutannya, Presiden Terpilih Ruto berterima kasih kepada Komisi Pemilu yang telah mengawal pesta demokrasi tersebut.

baca juga:

"Ini malam yang indah. Semua kekuasaan berdaulat adalah milik rakyat Kenya," ungkapnya.

Ia pun berjanji untuk menjadi presiden bagi semua kalangan dan berfokus pada masa depan negara.

"Kepada mereka yang telah melakukan banyak hal terhadap kami, saya ingin memberi tahu mereka bahwa tak ada yang perlu ditakuti. Tak akan ada balas dendam. Kami tak punya privilese untuk melihat ke belakang," tambahnya.

Hasil Pilpres Kenya akhirnya diumumkan setelah sempat ditunda akibat perselisihan dan tuduhan kecurangan suara oleh tim sukses Odinga. Empat dari tujuh anggota komisi Pemilu pun menolak mendukung hasil tersebut dengan alasan 'buram'.

"Kami tak dapat menerima hasil yang akan diumumkan karena sifat buram dari tahap terakhir Pemilu ini. Kami akan menyampaikan pernyataan yang komprehensif dan sekali lagi kami mendesak warga Kenya untuk tetap tenang," kata Juliana Cherera, wakil ketua Komisi Pemilu dan Batas Independen (IEBC).

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilu Wafula Chebukati mengaku telah melaksanakan tugasnya, kendati menerima ancaman.

"Kami telah menempuh perjalanan untuk memastikan bahwa Kenya mendapatkan Pemilu yang bebas, adil, dan kredibel. Ini bukan perjalanan yang mudah. Saat ini, 1 komisaris saya dan CEO terluka," ujarnya.

Ruto pun memuji Chebukati dengan menyebutnya sebagai pahlawan. Perbedaan pendapat komisaris lainnya atas kemenangannya pun diabaikan dan dianggapnya sebagai 'pertunjukan sampingan'.

Di sisi lain, hasil Pemilu tersebut disambut aksi protes oleh pendukung Odinga di kota barat Kisumu dan sejumlah bagian Nairobi. Mencalonkan diri sebagai presiden untuk kelima kalinya, mantan perdana menteri berusia 77 tahun itu harus puas dengan 48,8 persen suara.

Secara umum, ada perasaan lega hasil Pemilu akhirnya diumumkan. Pasalnya, Kenya telah lumpuh sejak hari Pemilu pada 9 Agustus. Kegiatan ekonomi terhenti dan sekolah-sekolah masih tutup.

Sejarah sengketa Pemilu Kenya di masa lalu telah menyebabkan kekerasan atau seluruh proses Pemilu dibatalkan. Setelah pemungutan suara tahun 2007, sedikitnya 1.200 orang tewas dan 600 ribu orang meninggalkan rumah mereka, menyusul klaim kecurangan Pemilu.

Di negara yang menyukai metafora politik, kemenangan menakjubkan Ruto mirip dengan simbol sederhana partainya, gerobak dorong yang menyingkirkan traktor 7 ton dari jalan. Pasalnya, Odinga mendapat dukungan dari mesin negara. Sejumlah jajak pendapat pun memperkirakannya menang. Namun, Ruto menganggap jajak pendapat itu palsu.

Sebagai wakil presiden selama 10 tahun terakhir, ia sebenarnya adalah kandidat mapan. Namun, ia mencalonkan diri sebagai orang luar dan mencitrakan Pemilu sebagai pertarungan antara 'wong cilik' (orang Kenya yang miskin) dan 'dinasti' (keluarga berpengaruh seperti Kenyatta dan Odinga yang telah menjadi tokoh besar dalam politik negara sejak kemerdekaan).

"Saya mungkin bukan anak siapa-siapa, tapi saya bejanji untuk menjadikan Kenya negara bagi seluruh rakyat," ucapnya di hadapan para pemilih.

Pengaruh politiknya naik ketika ia menentang desakan Kenyatta dan Odinga agar mengubah konstitusi. Pada saat itu, banyak warga Kenya menderita, termasuk kehilangan pekerjaan, menyusul dampak berkepanjangan dari pandemi Covid-19. Mahkamah Agung akhirnya memutuskan perubahan konstitusi itu inkonstitusional, sehingga mendukung kampanye Ruto.

Ruto juga mencitrakan Pemilu sebagai waktunya untuk perubahan generasi, menjual pesannya menggunakan slogan-slogan yang bernas dan terkait, yang memberinya kredibilitas dan daya tarik bagi sejumlah komunitas.

Kemenangan Ruto memang menjadi sorotan Pemilu Kenya 2022, tetapi perhatian serupa harus diberikan kepada komisi Pemilu dengan rekam jejak yang buruk pada Pilpres ini. Kendati demikian, lembaga ini memutuskan untuk mengunggah hasil dari 46 ribu tempat pemungutan suara di lamannya yang dapat diakses siapa saja yang ingin melakukan penghitungan sendiri. Dengan demikian, media dan publik dapat menjadi bagian dari proses tersebut.

Di sisi lain, analis yakin Odinga akan menggugat hasilnya.[]