Olahraga

Menang Angka atas Colvington, Kamaru Usman Pertahankan Gelar

Menang Angka atas Colvington, Kamaru Usman Pertahankan Gelar
Juara kelas welter UFC, Kamaru Usman, setelah mempertahankan gelarnya dengan mengalahkan Colby Covington di Las Vegas, Amerika Serikat. (USATODAY)

AKURAT.CO, Petarung seni beladiri campuran asal Nigeria, Kamaru Usman, mempertahankan gelar juara dunia kelas menengah miliknya. Sukses ini dicapai oleh Usman setelah mengalahkan Colby Covington pada laga UFC 268 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (6/11) atau Minggu siang WIB.

Usman, 34 tahun, meraih kemenangan dengan setidaknya dua kali menjatuhkan petarung tuan rumah tersebut di akhir ronde kedua. Manuver itu dilakukan dengan melepaskan pukulan hook dengan tangan kanan dan kirinya.

Pun demikian, Covington bertahan sampai ronde kelima dan memaksa laga diputuskan di atas kertas penilaian juri. Usman menang dengan nilai 48-47, 48-47, dan 49-46 dari tiga juri.

baca juga:

“Saya adalah petarungan pound-for-pound terbaik yang ada saat ini,” kata Usman sebagaimana dipetik dari BBC.

Laga melawan Covington kali ini merupakan tarung ulang setelah pertemuan pertama di Las Vegas, 14 Desember 2019. Ketika itu, Usman menang TKO dengan pukulan di ronde kelima.

Kemenangan menghadapi Colvington pada perjumpaan pertama juga merupakan kesempatan pertama Usman untuk mempertahankan gelarnya. Itu adalah laga kedua sejak kemenangan melawan Tyron Woodley yang membuat Usman meraih gelar juara dunia pada Maret 2019.

Total, Usman sudah menempuh enam pertandingan sejak merebut sabuk gelar juara dunia dari Woodley. Ia memenangi enam pertandingan tersebut dan di antaranya dilewati dengan dua pertarungan menghadapi Jorge Masvidal.

Kemenangan melawan Covington menjadikan catatan pertarungan Usman 20 laga dengan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan yang dialami Usman adalah ketika menghadapi Jose Caceres pada laga kedua dalam karier profesionalnya, 24 Mei 2013.

Mengenai Covington, Usman mengklaim bahwa lawannya tersebut adalah lawan yang sulit. Covington, kata Usman, memaksanya untuk tidak leluasa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Saya beritahu Anda yang sebenarnya, dia kuat,” kata Usman.

“Dia super kuat. Saya ingin menggila dan mengalahkan dia di sana, tetapi itu bukan yang terbaik (yang saya) lakukan. Kami mengambil waktu, tetapi berhitung, kami mendengar para pelatih kami dan kami menemukan penyelesaiannya. Sayangnya, dia adalah lawan terbaik di divisi ini. Dia adalah seorang anak senapan yang kuat, dan dia tidak membiarkan saya menemukan penyelesaian (dengan mudah).”[]