Ekonomi

Menaker: UU Cipta Kerja Bergigi Kuat, Tidak Ompong!

Menaker Ida Fauziyah mengatakan UU Cipta Kerja tetap punya kekuatan/tidak ompong sanksi meski pasal-pasal dari UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan telah dihapus.


Menaker: UU Cipta Kerja Bergigi Kuat, Tidak Ompong!
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019). Rapat tersebut membahas program dan kegiatan Kementerian Ketenagakerjaan sesuai dengan visi misi Presiden.

AKURAT.CO Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tetap memiliki kekuatan atau tidak ompong sanksi meski pasal-pasal dari UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan telah dihapus.

"Ini misleading lagi. Sanksi tetap ada, kita adopsi dari UU lama, baik sanksi pidana maupun administratif. UU ini bergigi kuat, tidak ompong," ujar Menaker Ida dalam dialog virtual dengan pekerja dan manajemen Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Dalam dialog untuk menyosialisasikan UU Cipta Kerja itu, Ida menegaskan proses pembahasan UU itu di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dilakukan dengan terbuka dalam bentuk siaran langsung baik di kanal TV Parlemen maupun situs berbagi video YouTube.

baca juga:

Menurut politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa itu, sepanjang kariernya sebagai anggota DPR baru pertama kali dia melihat proses pembahasan UU yang bisa secara langsung diakses oleh publik.

"Jadi tuduhan bahwa kita mengendap-endap itu tidak benar," tegas Ida tentang UU yang sudah mendapat persetujuan DPR itu pada 5 Oktober 2020 dilansir dari Antara.

Pada kesempatan tersebut, dia juga menjelaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kompetensi dengan memasukkan tambahan pelatihan vokasi dalam skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang ada di UU itu.

Dengan adanya penambahan pelatihan tersebut, pekerja yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) berhak atas pelatihan dan sertifikasi gratis sambil menunggu mendapat pekerjaan baru.

"Sehingga saat ada lowongan kerja, sudah punya sertifikat kompetensi. Bisa nego gaji lebih tinggi," ujar Ida. []

Sumber: Antara

Siti Nurfaizah

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first