Ekonomi

Menaker: Setahun Beroperasi, BLK Bantaeng Telorkan 7 Ribu Tenaga Kompeten Siap Kerja


Menaker: Setahun Beroperasi, BLK Bantaeng Telorkan 7 Ribu Tenaga Kompeten Siap Kerja
Pekerja menjahit kain saat memproduksi masker di Balai Latihan Kerja (BLK) Boyolali, Teras, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). Selain dapat memproduksi baju untuk tenaga medis pesanan rumah sakit, BLK tersebut juga telah memproduksi sebanyak 2.000 masker dari bahan dasar kain dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat sebagai alat pelindung diri ditengah wabah virus COVID-19. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

AKURAT.CO, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengatakan BLK Bantaeng sejak beroperasi selama setahun ini telah menelorkan kurang lebih 7.000 tenaga kompeten yang siap kerja.

Menaker Ida Fauziyah mengatakan dengan banyaknya tenaga kompeten yang tersedia, tentu diharapkan menjadi solusi bagi pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri yang membutuhkan SDM bersertifikasi.

"Jadi Bapak Bupati, tidak perlu membangun BLK komunitas, karena sudah cukup dengan keberadaan BLK Bantaeng," ujarnya pada Penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi Angkatan I BLK Bantaeng, Sabtu (20/3/2021).

Ia menjelaskan belum adanya BLK komunitas di daerah itu, salah satunya karena Bantaeng sudah memiliki BLK yang jauh lebih besar.

Menurut dia, BLK komunitas memang dibangun untuk menjangkau masyarakat yang sulit mengakses atau masuk BLK karena lokasinya yang jauh.

Apalagi BLK komunitas juga memang fokus untuk keagamaan. Namun demikian, Kabupaten Bantaeng tidak perlu khawatir karena sudah memiliki BLK Bantaeng yang lebih besar.

"BLK komunitas itu dibangun berdasarkan pendekatan kepada komunitas. Jadi misalnya lokasinya jauh mendapatkan pelayanan untuk pelatihan sehingga ada inisiasi pendekatan BLK berbasis komunitas. Tapi, intinya keberadaan semua BLK harus menjadi solusi persoalan ketenagakerjaan," pungkasnya.[]

Sumber: ANTARA

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu