Ekonomi

Menaker Sebut Angka Pengangguran Terbuka Turun, KSPI: Faktanya Meningkat!

KSPI tak percaya dengan data pemerintah mengenai pengangguran terbuka turun hingga Februari 2021.


Menaker Sebut Angka Pengangguran Terbuka Turun, KSPI: Faktanya Meningkat!
Ilustrasi Pencari Kerja. Jumlah pengangguran di Indonesia terus bertambah secara massive (MERHPUTIH.COM)

AKURAT.CO Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan pihaknya tak percaya dengan data pemerintah mengenai pengangguran terbuka turun hingga Februari 2021.

Seperti diketahui, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengungkapkan, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mengalami penurunan sekitar 950 ribu orang pada Februari 2021, jika dibandingkan Agustus 2019 yang totalnya mencapai 9,7 juta.

Menurut Said Iqbal, data yang dikeluarkan pemerintah berbanding terbalik dengan data di lapangan di mana telah terjadi banyak korban PHK.

"Menaker jangan cari muka Presiden seolah-olah ada angka makro ekonomi. Faktanya meningkat, seperti Giant tutup, pabrik Tangerang tutup, ada perusahaan juga di Bandung, maskapai juga proses PHK karyawan, PHK juga terjadi di sektor industri lain," katanya saat konferensi pers virtual, Jakarta, Jumat (28/5/2021).

Ia mengatakan, seharusnya penyajian data pengangguran dilakukan secara tahun ke tahun (year on year). Dengan kata lain, dibandingkan antara Februari 2020 dengan Februari 2021.

Selain itu, ia menyampaikan, Menaker seharusnya lebih memperhatikan kondisi ledakan PHK besar-besaran yang hingga kini mulai terjadi, seperti PHK pegawai Giant baru-baru ini.

"Kembali pada persosalan Giant jangan moles data. kami minta pemerintah ambil langkah PHK di Giant, ada hampir 3.000 orang mau di-PHK di seluruh Indonesia di 80 store akan tutup, pasti tutup. Apa langkah pemerintah?" katanya.

Seperti diketahui, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia kerja Indonesia pada Februari 2021 berjumlah 205,36 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 139,81 juta atau 68,08 persen adalah angkatan kerja.

Dengan rincian 131,06 juta atau 93,74 persen berstatus bekerja dan 8,75 juta atau 6,26 persen berstatus pengangguran terbuka. Sebanyak 59,62 persen berstatus pekerja informal dan sebagian besar berpendidikan maksimal SD ke bawah (40,38 persen).

Namun demikian, tingkat pengangguran tertinggi justru berpendidikan SMK sebanyak 11,45 persen, diikuti SMA (8,55 persen), universitas (6,97 persen) dan diploma (6,61 persen). Sementara tingkat pengangguran berpendidikan SMP hanya 5,87 persen dan maksimal SD hanya 3,13 persen. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co