News

Menaker Ingin Keberlangsungan Dunia Usaha Terjaga Selama PPKM Darurat

Menaker Ingin Keberlangsungan Dunia Usaha Terjaga Selama PPKM Darurat


Menaker Ingin Keberlangsungan Dunia Usaha Terjaga Selama PPKM Darurat
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019). Rapat tersebut membahas program dan kegiatan Kementerian Ketenagakerjaan sesuai dengan visi misi Presiden (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menginginkan agar pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat bisa tetap menjaga suasana yang kondusif untuk keberlangsungan dunia usaha.

Oleh karenanya, Ida ingin ada pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang masih diperbolehkan beroperasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Di masa PPKM Darurat, dalam melakukan pengawasan ke perusahaan, butuh kerja sama instansi lain," kata Ida di sela peninjauan vaksinasi di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (10/7/2021).

Menurut dia, kordinasi antarinstansi di masa PPKM Darurat ini akan menciptakan suasana kondusif bagi keberlangsungan usaha.

Ia mengatakan kehadiran pengawas ketenagakerjaan, polisi, TNI, Satpol PP dalam waktu bersamaan saat pelaksanaan PPKM Darurat di perusahaan dikhawatirkan akan menimbulkan iklim kurang kondusif bagi keberlangsungan usaha.

"Jadi pengawasan PPKM Darurat itu butuh kerja sama antarinstansi. Jangan sampai (perusahaan) didatangi oleh pengawas, Satgas atau instansi lain dengan pertanyaan yang sama," katanya.

Menaker mengingatkan agar pengawasan dilakukan tanpa membuat panik pihak perusahaan.

Terkait masih adanya perusahaan yang hingga kini belum memiliki Satgas Penanganan COVID-19, Menaker menyarankan agar Karawang bisa meniru DKI Jakarta.

Ia mengatakan pemerintah DKI Jakarta melarang beroperasi perusahaan yang tidak memiliki Satgas Penanganan COVID-19.

"Jadi kalau ada perusahaan yang tidak ada Satgas Penanganan Covid-19, itu tidak boleh beroperasi. Perusahaan itu ditutup sampai ada Satgas Penanganan COVID-19. Kebijakan itu cukup bagus dan perlu ditiru, karena tidak sulit membuat Satgas Penanganan COVID-19," katanya.

Demi mencegah penularan Covid-19, masyarakat diimbau untuk selalu mencuci tangan setelah menyentuh berbagai benda di tempat umum yang berpotensi disentuh banyak orang. 

Bila menggunakan masker secara benar sudah dilakukan dan mencuci tangan sudah rutin dilakukan, upaya lain yang harus digalakkan adalah menjaga jarak. Menjaga jarak ini juga cukup efektif untuk pencegahan penularan Covid-19.

Meski paling efektif mencegah penularan Virus Corona (Covid-19), aktivitas menjaga jarak kerap kali sulit dilakukan. Misalnya di transportasi umum karena keterbatasan ruang. Untuk itu, jaga jarak juga mesti dibekali dengan pakai masker agar efektif.

Tak hanya itu saja, sebisa mungkin masyarakat harus menghindari kerumunan yang berpotensi mempersempit ruang jaga jarak dengan orang lain yang tidak dikenal. 

Makanya, segala macam kegiatan yang bisa mengumpulkan orang dilarang selama pandemi Virus Corona (Covid-19) saat ini.

Secara umum, 3M adalah benteng utama bagi setiap orang untuk menghindarkan diri dari paparan Virus Corona, terlepas dari kondisi tubuh orang bersangkutan. 

Apalagi, imunitas seseorang berbeda-beda. Namun jika bentengnya kuat, pertahanan melawan virus ini bisa maksimal. Protokol 3M harus dilaksanakan secara masing-masing oleh semua orang tanpa terkecuali dalam kehidupan sehari-hari.[]