News

Menakar Peluang Puan Maharani di Pilpres 2024

Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan, peluang Puan Maharani maju Pilpres 2024 sangat besar.


Menakar Peluang Puan Maharani di Pilpres 2024
Ketua DPR RI Puan Maharani ingin wakil rakyat di Senayan buat UU yang dapat bantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. (Istimewa)

AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Konsep Indonesia, Veri Muhlis Arifuzzaman mengatakan, peluang Puan Maharani maju Pilpres 2024 sangat besar. Segala prasyarat sebagai Capres sudah terpenuhi.

Veri mengatakan, Puan adalah tokoh yang diperhitungkan karena Ketua DPR RI. Dan  Puan sudah malang melintang di dunia politik sejak muda. Dia duduk lama di parlemen dan selalu menjadi peraih suara terbanyak.

"Dan sebelum menjadi Ketua DPR, Puan adalah Menko di Kabinet Jokowi-JK," kata Veri dikutip dari video yang diterima AKURAT.CO, Sabtu (8/5/2021).

"Jadi peluangnya maju di Pilpres sangat besar. Karena Puan adalah petinggi di PDIP, anak Ketua Umum PDIP Megawati dan cucu Bung Karno," tambahnya.

Lebih jauh Veri menganalisa, dari sisi kelayakan, semua syarat Puan terpenuhi. Dia sudah populer, penguasa di partai dan berpengalaman di pemerintahan dan pembuat kebijakan di DPR bahkan sekarang duduk sebagai ketua DPR.

"Kalau diurut kacang, anggota DPR sudah, Ketua DPR sudah, di atas itu apa? Tinggal Ketua MPR, wakil presiden dan presiden," kata Veri.

Selain secara sosok sudah memenuhi, dari dukungan partai politik pun sangat besar. Dengan hasil Pemilu 2019, PDIP sendiri untuk mengusung calon sendiri sudah bisa. Karen raihan suara di parlemen lebih dari 20 persen.

"Tapi tentu ini riskan, tetap harus koalisi. Di Indonesia kekuatan politik dukungan publiknya tidak lebih dari 50 persen. Dan untuk menang pilpres harus dapat dukungan lebih dari 50 persen," tutur Veri.

Untuk koalisi partai, PDIP harus jeli memilih partai. Sebab tidak semua partai cocok. Dan PDIP yang cocok dengan Islam tradisionalis. Sebagaimana Jokowi menang di Pilpres.

"Jika Puan dicalonkan PDIP lalu berpasangan dengan tokoh NU, tapi harus laki-laki karena kalau perempauan  seperti Khofifah sangat berat," kata Veri.

Saat ini beberapa nama tokoh NU yang berkibar. Pertama Cak Imin atau Gus Ami, karena secara faktual memimpin PKB dan suaranya di parlemen lumayan besar.

Kedua Khofifah, sekarang gubernur Jawa Timur. Khofifak bisa jadi kuda hitam di NU. Ketiga Kyai Aqil Siradj yang saat ini memimpin NU. Keempat ada Yenny Wahid dari keluarga besar Gus Dur.

Jika PDIP berkoalisi dengan Islam Tradisionlis tinggal sama Gus Ami atau Kyai Aqil. Jadi peluang untuk maju dan memenangkan pilpres itu sangat terbuka.

"Tapi kalo salah koalisi, misalnya ada isu Prabowo-Puan. Saya melihat ini hanya mengulang pola lama dimana Bu Mega berpasangan dengan Pak Prabowo dan kalah. Karena itu merah ketemu merah, keduanya sama-samaa nasionalis maka susah menangkan pilpres," kata Veri. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu