Ekonomi

Menakar Kesaktian Sistem Aplikasi KEK Beri Kemudahan Berinvestasi

sejak 13 tahun Indonesia telah menyelenggarakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah


Menakar Kesaktian Sistem Aplikasi KEK Beri Kemudahan Berinvestasi
Ilustrasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) (Dok. Kemenpar)

AKURAT.CO, Sekretaris Lembaga National Single Window Kementerian Keuangan, Muhammad Luckman mengatakan pemerintah terus berupaya untuk menciptakan berbagai terobosan reformasi di bidang investasi.

Ia menjelaskan sejak 13 tahun Indonesia telah menyelenggarakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai daerah. Hal tersebut ditandai dengan berlakunya Undang-undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang kawasan ekonomi khusus.

“ Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan turut serta dalam pengembangan sistem aplikasi KEK yang digunakan untuk pelayanan dan pengawasan fasilitas KEK,” ucap Sekretaris Lembaga National Single Window Kementerian Keuangan, Muhammad Luckman dalam keterangan rsmi, Senin (4/7/2022).

baca juga:

Luckman menambahkan untuk mendapatkan fasilitas perlakuan perpajakan, kepabeanan, dan cukai pada KEK, badan usaha atau pelaku usaha di KEK dalam kegiatan pemasukan, perpindahan, dan pengeluaran barang wajib melalui Sistem Aplikasi KEK yang dikembangkan oleh LNSW secara kolaboratif bersama Sekretariat Dewan Nasional KEK, Administrator KEK, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Direktorat Jenderal Pajak.

“ Penerapan Sistem INSW pada KEK pun telah dimulai pada 23 Februari 2021 dengan KEK Kendal sebagai pilot project implementasinya,” jelasnya.

Tak hanya itu, Sistem Aplikasi KEK juga berperan dalam menunjang arah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus. Ini lantaran sistem tersebut dapat menghilangkan hambatan regulasi atau prosedur, mengintegrasikan sistem elektronik ekspor/impor, mendukung penguatan kelembagaan, menambah bidang usaha KEK nonindustri, serta memberikan kepastian fiskal bagi pelaku usaha di KEK.

“ Manfaat-manfaat tersebut diharapkan dapat meningkatkan investasi, membuka lapangan pekerjaan, juga meningkatkan perekonomian daerah,” tuturnya.

Sekadar informasi, Pemerintah telah menetapkan 18 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di berbagai lokasi di Tanah Air hingga tahun 2022. Dari jumlah tersebut 10 (sepuluh) di antaranya merupakan kawasan industri, sementara 8 (delapan) lainnya merupakan KEK pariwisata. Sebanyak 12 (dua belas) KEK telah beroperasi, sementara 6 (enam) KEK sedang dalam tahap pembangunan.

“ Hingga Akhir Mei 2022, pemanfaatan penggunaan sistem Aplikasi KEK pada SINSW tercatat sebanyak 172 profil pelaku usaha sudah melakukan implementasi di semua Administrator KEK terdapat 641 dokumen Pengajuan Pemberitahuan Jasa KEK (PJKEK) dengan nilai transaksi mencapai Rp4,61 trilliun. Sebanyak 251 dokumen permohonan masterlist sudah diimplementasikan di KEK Galang Batang, Sei Mangkei, Kendal, Gresik, Arun Lhokseumawe, dan Palu, serta terdapat 3755 dokumen Permohonan Pabean KEK (PPKEK) yang sudah terimplementasi di Galang Batang, Kendal, Mandalika, dan Gresik,” tambahnya.[]