Rahmah

Menag Yaqut: Kemenag Anggarkan Dana Rp 645 Miliar untuk Bantu Pesantren dan Madrasah Diniyah

Menag mengatakan di Indonesia ada sekitar 34.632 pesantren dengan jumlah santri yang mukim sebanyak 4.766.394 santri dan tenaga pengajar sekitar 385.941.


Menag Yaqut: Kemenag Anggarkan Dana Rp 645 Miliar untuk Bantu Pesantren dan Madrasah Diniyah

AKURAT.CO  Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qaumas mengatakan ketika pesantren mendapatkan afirmasi yang cukup besar dari negara merupakan sesuatu yang wajar. Menurutnya, pesantren dan para santri khususnya telah terbukti berperan dalam memperjuangkan dan memerdekakan negara Indonesia.

"Jadi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama rumah besarnya pesantren dan pesantren jadi rumah kecilnya NU, itulah kira-kira," ujarnya dalam acara Harlah ke-22 FPKB DPR RI dan Perayaan Hari Santri Nasional 2021, pada Senin (1/11/2021).

Menurut Menag Yaqut, saat ini afirmasi yang diberikan pemerintah kepada pondok pesantren masih kurang memadai. Namun menurut Menag, hal tersebut tidak membuat santri menjadi bersedih dan berkecil hati. Karena para santri memiliki kelebihan yaitu tetap melanjutkan pendidikannya, maengabdi pada kiai dan mencintai negara Republik Indonesia.

baca juga:

"Sehingga santri saat ini harus mampu memperjuangkan kepentingannya mengakses apa yang sudah negara berikan kepada pesantren," tutur Menag Yaqut.

Menag Yaqut kemudian memaparkan data dari Kementerian Agama, di mana per 12 Oktober, di Kementerian Agama ada sekitar 34.632 pondok pesantren dengan jumlah santri yang mukim sebanyak 4.766.394 santri dan tenaga pengajar sekitar 385.941.

Dengan data tersebut, Menag menyampaikan bagaimana besarnya jumlah pondok pesantren di Indonesia. Sehingga tugas para santri saat ini adalah mendorong pesantren ke dalam skala prioritas awal.

"Jadi setelah ekonomi dan kesehatan, setalah itu pesantren," ucap Menag Yaqut.

Akan tetapi di saat yang sama, pesantren dan para santri harus memahami skala tersebut. Misalnya negara lebih memprioritaskan masalah kesehatan karena masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Menag Yaqut menegaskan, Kementerian Agama telah mencanangkan bantuan terhadap pesantren besar, pesantren kecil dan pesantren besar yang disebut Bantuan Operasional Pesantren (BOP). Akan tetapi bantuan tersebut, menurut Menag Yaqut kurang memadai lantaran hanya ada anggaran sekitar 645 milliar.

"Jadi Bantuan Operasional Pesantren ini hanya mampu mengatur 21.000 pondok pesantren dari 34.000 di Indonesia, jadi masih ada sekitar 13.000 pesantren yang belum belum mendapat afirmasi," pungkas Menag Yaqut. []