News

Menag Sebut Jamaah yang Ingin Umrah Harus Ikuti Vaksin Tersertifikasi WHO

Menag Yaqut juga mengatakan vaksin yang digunakan itu harus sudah certified atau disertifikasi oleh WHO.


Menag Sebut Jamaah yang Ingin Umrah Harus Ikuti Vaksin Tersertifikasi WHO
Menag Yaqut Cholil Qoumas

AKURAT.CO, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa vaksin menjadi salah satu syarat yang ditetapkan oleh Arab Saudi bagi jamaah yang akan beribadah umrah. Hal ini ditegaskan Menag saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR.

"Kalau umrah itu syaratnya sudah divaksin. Ini sudah dibuka (keputusan umrah). Mulai ramadan besok sudah mulai boleh umrah, tapi harus sudah divaksin," kata Menag Yaqut dalam keterangan resmi Kemenag yang dikutip AKURAT.CO pada Jumat (9/4/2021). 

Lebih lanjut, Menag Yaqut juga mengatakan vaksin yang digunakan itu harus sudah certified atau disertifikasi oleh WHO. 

baca juga:

Terkait berita bahwa vaksin Sinovac belum tersertifikasi, Gus Menteri -spaan akrabnya- ini mengaku sudah membaca berita tersebut. Namun, dirinya menilai belum sertifikasi itu bukan berarti tidak tersertifikasi. Menurut Gus Menteri, bisa jadi ada proses yang sedang dilakukan agar Sinovac terregister oleh WHO.

Selain itu, saat dikonfirmasi tentang adanya isu geopolitik dan perang dagang, Gus Menteri mengatakan bahwa itu bukan domain dan kewenangan dirinya untuk menjelaskan hal tersebut.

Kemudian, mengenai Haji, Gus Menteri mengaku terus menjalin korespondensi dengan pihak Arab Saudi. Gus Menteri sedang mengupayakan agar bisa berkomunikasi langsung dengan pengganti Saleh Benten selaku menteri haji Arab Saudi.

"Kita belum komunikasi langsung dengan Arab Saudi, karena sejak Pak Saleh Benten direshuffle, kita belum mendapat akses ke menteri yang baru," kata dia.

Tapi pihaknya sedang berusaha terus agar dapat akses dan komunikasi langsung. "Selama ini kita komunikasi hanya korespondensi saja, surat menyurat," ujarnya. 

Sembari menunggu info resmi dari Arab Saudi, Kemenag terus menyiapkan skenario penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M. Hal ini juga dibarengi instruksi dari Gus Menteri sendiri yang meminta jajarannya agar mempersiapkan skenario penyelenggaraan haji di tengah pandemi Covid-19 ini dengan sangat komprehensif. Dengan cara ini, maka tujuan beribadah dan keselamatan jemaah juga bisa terwujud.

"Siapkan secara detail. Saya harap pelaksanaan haji benar-benar detail persiapannya. Jangan ada yang terlewat sedikit pun, karena terkait keselamatan jamaah. Demi keselamatan jamaah, siapkan haji sedetail mungkin," kata Gus Menteri pada Rabu (31/3/2021).[]

Ratu Amanda Distania

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu