News

Menag dan DPR Didesak Turun Tangan Atasi Polemik Pemecatan Warek UIN Jakarta

Menag dan DPR Didesak Turun Tangan Atasi Polemik Pemecatan Warek UIN Jakarta


Menag dan DPR Didesak Turun Tangan Atasi Polemik Pemecatan Warek UIN Jakarta
UIN Watch melaporkan Rektor UIN Jakarta terkait dugaan korupsi pembangunan asrama mahasiswa (AKURAT.CO/Yudi Permana)

AKURAT.CO, UIN Watch mendesak Menteri Agama RI agar mengambil langkah tepat dan cepat untuk menjaga integritas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam rangka menyikapi pemberhentian jabatan Wakil Rektor (Warek) 3, Masri Mansoer, dan Wakil Rektor 4 yakni Andi M Faisal Bakti oleh Rektor Prof Amany Lubis. 

"Hal itu untuk menjaga marwah PTKIN di bawah Kementerian Agama RI dengan mengevaluasi segera seluruh tindakan Rektor," kata Koordinator UIN Watch, Sultan Rivandi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2/2021).   

Selain itu, kata dia, UIN Watch meminta Komisi VIII DPR untuk melakukan teguran terhadap Rektor Prof Amany Lubis atas pemberhentian Masri Mansoer dan Andi Faisal dari jabatan Warek.

"Komisi 8 DPR RI segera melakukan pengawasan dan melakukan teguran kepada Kementerian Agama RI," ujarnya. 

Kendati demikian, pihaknya juga mengatakan, sebaiknya Ombudsman RI segera melakukan pemeriksaan atas dugaan tindakan sewenang-wenang dan Mal Administrasi yang dilakukan Rektor UIN Jakarta. 

"LPSK segera mengambil langkah perlindungan hukum kepada saksi yang dilindungi Undang-undang (UU)," tuturnya. 

Bahkan, lanjut dia, penyidik Polda Metro Jaya, KPK dan Kejaksaan Agung untuk segera memproses laporan-laporan yang telah diterima terkait dugaan-dugaan tindak pidana yang diduga dilakukan pejabat UIN Jakarta. 

Sebelumnya diketahui, dua wakil rektor dicopot dari jabatannya oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Amany Lubis. Kedua wakil rektor yang dicopot yakni Andi M Faisal Bakti dan Masri Mansoer.  

Andi M. Faisal Bakti menjabat Warek Bidang Kerjasama UIN. Kemudian Masri Mansoer menjabat Warek Bidang Kemahasiswaan.