Rahmah

Menag Ajak Masyarakat Berjihad Melawan Wabah

Menag Yaqut Cholil Qaumas menghadiri acara Refleksi Kemerdekaan RI ke-76 dan Istigosah Nasional Virtual


Menag Ajak Masyarakat Berjihad Melawan Wabah
Refleksi Kemerdekaan RI ke-76 dan Istigosah Nasional Virtual (YouTube NU Channel)

AKURAT.CO Menteri Agama (Menag) RI Gus Yaqut Cholil Qaumas, menghadiri acara Refleksi Kemerdekaan RI ke-76 dan Istigosah Nasional Virtual yang diselenggarakan secara virtual, Minggu (8/8/2021).

Dalam sambutannya Gus Yaqut mengatakan, jika doa dan munajat ini dilaksanakan di penghujung tahun 1442 hijriah ini berharap kepada Allah semoga Pandemi Covid-19 dapat segera berakhir seiring dengan berakhirnya tahun 1442 hijriah.

"Kita semua yakin bahwa segala sesuatu pasti ada akhirnya. Yang datang pasti akan pergi, yang bertemu akan berpisah, yang sakit Insyaallah akan sembuh, yang hidup pun juga akan mati pada akhirnya, hanya Allah SWT yang abadi," kata Gus Yaqut.

Mantan Ketua Umum GP Ansor itu, bercerita seorang penyair Abu Al-Attiyah yang zahid pernah berkata: Dimana ada bangunan yang tak hancur, dimana ada pendatang yang tak pergi.

Gus Yaqut menganalogikan dengan kondisi seluruh dunia, termasuk negara Indonesia yang sudah dua tahun dilanda wabah Covid-19. 

"Kita berharap semoga tahun ini virus Covid-19 akan pergi dan tak akan kembali lagi," ujar Gus Yaqut.

Lebih lanjut lagi Gus Yaqut berharap, dengan adanya istigosah ini menjadi washilah atas perginya virus Covid-19 dari seluruh muka bumi. Ia juga berharap agar momentum yang baik ini bisa menjadi refleksi kemerdekaan Indonesia ke-76.

"Saya berharap kita semua bisa saling bahu membahu, bekerjasama untuk mensukseskan kebijakan pemerintah untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini, sebagaimana dulu para pahlawan berjuang dalam merebut kemerdekaan dari kolonial, maka hari ini kita sama-sama berjihad melawan wabah," tutur Gus Yaqut.

Adapun menurut Gus Yaqut, terdapat beberapa cara yang bisa kita lakukan yaitu dengan mengimplementasikan tiga bentuk jihad.

Pertama, jihad iqtisadi. "jihad ekonomi yang membantu mereka yang lemah terutama bagi yang terdampak Covid-19 secara langsung," jelas Gus Yaqut.

Kedua, jihad ilmi. "Jihad ini berupa memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat bahwa wabah ini adalah sesuatu yang nyata,"  tambah Gus Yaqut.

Ketiga jihad nafsi. "dengan cara menahan diri di rumah, beribadah dan berkerja dari rumah, jihad nafsi juga bisa dilakukan dengan cara melawan dorongan nafsu negatif," pungkas Gus Yaqut.[]