News

Memukau! Fenomena Awan Langka Hiasi Langit AS, Seperti Ombak di Lautan

Memukau! Fenomena Awan Langka Hiasi Langit AS, Seperti Ombak di Lautan
Fenomena ini dianggap menjadi yang paling menakjubkan dari contoh formasi awan Kelvin-Helmholtz (FACEBOOK/ RACHEL GORDON)

AKURAT.CO Fenomena awan langka yang menghiasi langit negara bagian Wyoming, Amerika Serikat (AS) sukses membuat warga terpana.

Disuguhi pemandangan bak lukisan, para pengamat langit pun segera mengambil kamera mereka, mengabadikan formasi awan super langka yang menabrak cakrawala layaknya ombak di lautan.

"Ini istimewa dan saya langsung tahu saya perlu mengabadikannya," kata seorang warga setempat, bernama Rachel Gordon.

baca juga:

Fenomena awan bergelombang itu terlihat jelas pada hari Selasa (6/12), membentang di atas puncak Pegunungan Bighorn dari Kota Sheridan.

Dikenal sebagai ketidakstabilan Kelvin-Helmholtz, awan-awan itu terbentuk ketika aliran udara yang lebih cepat bergerak di atas udara yang mengembang naik di bawahnya.

Gordon mengatakan kepada BBC News, bagaimana dia mengambil foto dari pintu belakang rumah orang tuanya, sebelum mengunggahnya ke halaman Facebook Wyoming melalui situs paten online The Lens.

"Itu adalah momen yang menakjubkan.

"Saya senang orang lain kini juga bisa menikmati pengalaman itu," ujarnya.

Matt Taylor dari BBC Weather juga setuju dengan Gordon. Ia mengatakan bahwa gambar-gambar itu adalah salah satu contoh awan Kelvin-Helmholtz paling menakjubkan dan epik yang pernah dilihatnya.

"Bagian dari keindahan awan Kelvin-Helmholtz adalah bahwa mereka benar-benar memperlihatkan fluiditas atmosfer.

"Seperti ombak di lautan, atmosfer bergerak dan merespons lingkungan di sekitarnya. Udara secara efektif naik dan turun dengan sendirinya," katanya.

Formasi awan ini diberi nama sesuai ilmuwan yang mempelajari aspek fisika di balik fenomena tersebut, Lord Kelvin dan Hermann von Helmholtz.

Cloud Appreciation Society yang berbasis di Inggris menggambarkan formasi seperti itu sebagai permata mahkota dalam banyak koleksi para pengamat awan.

Juga dikenal sebagai awan fluctus, awan ini diyakini menjadi inspirasi bagi lukisan Van Gogh 'Starry Night'.[]