Rahmah

Memetik Hikmah di Balik Kembali Merebaknya Covid-19 di Indonesia

Hikmah di balik pandemi Covid-19


Memetik Hikmah di Balik Kembali Merebaknya Covid-19 di Indonesia
Tenaga medis Indonesia di tengah pandemi Covid-19

AKURAT.CO  Tidak sedikit manusia yang pesimis menghadapi pandemi Covid-19 ini. Ada dari sebagian orang yang bahkan melakukan bunuh diri sebab tidak kuat menghadapi lemahnya ekonomi di musim pandemi.

Padahal, Allah SWT selalu memiliki maksud terbaik ketika menciptakan apapun di dunia ini. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

   رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا (ءال عمران: ١٩١)   

Maknanya: “Ya Tuhan kami, kami bersaksi bahwa tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia (melainkan mempunyai hikmah dan tujuan di balik ciptaan itu semua)” (QS Al ‘Imran: 191).

Ketika terjadi wabah seperti virus Corona, hikmah yang dapat dipetik pertama adalah agar kita tidak melakukan perjalanan jauh supaya tidak menularkan penyakit atau tertular. Sayyidina Umar bin Khattab radliyallahu ‘anhu yang suatu hari sudah di tengah perjalanan menuju Syam saja, lantas memutuskan untuk kembali ke Madinah. Saat ditanya:

   أَفِرَارًا مِنْ قَدَرِ اللهِ؟ 

Artinya: “Apakah kita hendak lari menghindari takdir Allah?”  Sayyidina Umar menjawab:

   نَعَمْ نَفِرُّ مِنْ قَدَرِ اللهِ إِلَى قَدَرِ اللهِ  

Artinya: “Benar, kita menghindari suatu takdir Allah dan menuju takdir Allah yang lain” (HR al-Bukhari).

Orang yang imannya kuat akan selalu mengambil hikmah terbaik dalam setiap apa yang Allah jadikan untuknya. Tidak kemudian mengeluh dan putuas asa, apalagi sampai bunuh diri. Mereka kiat dengan keimanan yang kokoh dan tidak mudah goyah.

Rasulullah Saw bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ (رواه مسلم)  

Artinya: “Sungguh menakjubkan perkara orang mukmin, sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang mukmin. Jika diberi sesuatu yang menggembirakan, ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya, dan apabila ia ditimpa suatu musibah ia bersabar, maka hal itu juga baik baginya” (HR Muslim)

Ada banyak hikmah di balik Allah memberikan musibah adanya pandemi Covid-19 ini. Kita diajarkan untuk tidak banyak keluar, yang berpotensi timbulkan kemaksiatan. Kedua, kita ditempa untuk bersikap sabar dalam kondisi yang amat susah dalam hal apa saja, termasuk masalah ekonomi dan kesehatan. Dan hikmah ketiga, kita dituntut untuk saling menjaga diri dan orang lain agar tidak terkenal musibah. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online