Lifestyle

Memberikan Informasi Soal Nutrisi Bisa Kurangi 8% Kejadia Anemia di Kalangan Santri

Ajinomoto berikan informasi nutrisi lewat pilot project SLP kepada anak didik pesantren. Ini mampu mengurangi 8% kejadian anemia di kalangan santri


Memberikan Informasi Soal Nutrisi Bisa Kurangi 8% Kejadia Anemia di Kalangan Santri
Guru mengajari siswa penyandang tunarungu membaca Iqra dengan metode membaca gerak bibir saat mengikuti kegiatan Pesantren Kilat Ramadan Tunarungu di SLB B Prawestri, Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (7/4/2022). (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)

AKURAT.CO  Sebagaimana kita tahu, santri sebagian besar berasal dari desa-dari kampung. Jika berbicara tentang masalah pemenuhan gizi, mungkin ada yang tidak terpenuhi.

Oleh karena itu, PT AJINOMOTO INDONESIA (Ajinomoto) selenggarakan School Lunch Program (SLP) ke lebih banyak pesantren, bekerjasama dengan Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Kementerian Agama RI, memberikan informasi dan pengalaman dalam mengimplementasikan pilot project SLP. 

“Dalam pilot project, kami menetapkan target untuk menurunkan prevalensi status anemia santri di pondok pesantren melalui pemberian makanan bergizi seimbang dan pendidikan gizi. Setelah kami menyediakan menu yang tinggi kandungan zat besi (seperti rendang hati ayam,) dan menu sayur yang dimasak dengan mudah serta nikmat menggunakan produk kami, santri mulai makan lebih banyak. Hasilnya, kami mampu mengurangi 8% kejadian anemia di kalangan santri Pondok Pesantren Pertanian Darul Falah Bogor dan 20,9% di Pondok Pesantren Darussalam Bogor. Berangkat dari kisah sukses ini, kami ingin terus kontribusi untuk mengatasi masalah gizi anak di Indonesia,” ujar Head of Public Relations Dept Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya, pada webinar SLP, dikutip pada Selasa (28/6/2022).

baca juga:

“Harapannya, pada periode kali ini peserta webinar antusias untuk mendaftarkan pondok pesantren nya. Selanjutnya, kami bersama Tim SLP dari Institut Pertanian Bogor (IPB) akan melakukan observasi dan seleksi untuk memilih 12 pondok pesantren yang sekiranya memenuhi semua persyaratan untuk mengimplementasikan SLP di pondok pesantren masing-masing,” lanjutnya.

Memberikan Informasi Soal Nutrisi Bisa Kurangi 8 Kejadia Anemia Di Kalangan Santri - Foto 1
Ajinomoto Tangakapan layar webinar School Lunch Program (SLP). Ajinomoto

Menurut Dr. Rimbawan, selaku Dosen di Departemen Gizi Masyarakat IPB sekaligus ketua project SLP, buku panduan SLP yang sudah dibuat tidak hanya bermanfaat bagi siswa/i di pesantren, namun bermanfaat juga bagi tenaga pengajar di pondok pesantren yang menerapkan.

“Bersama Ajinomoto dan Kementerian Agama RI, kami menyusun panduan SLP menjadi 3 buku. Buku pertama berisikan modul edukasi gizi di pesantren yang bermanfaat untuk membekali tenaga pengajar pengetahuan dasar tentang gizi dan kesehatan untuk anak dan remaja. Buku kedua berisikan modul penyediaan makan bergizi seimbang di pesantren, buku kedua ini bermanfaat bagi pengelola dan tim penyedia makan pesantren. Buku ketiga berisikan kumpulan resep dan pilihan aplikasi menu lezat bergizi seimbang,” ujar Rimbawan pada kesempatan yang sama.

“Sebelumnya kami memilih 6 pesantren sebagai pilot project, dan di tahun ini kami mengadakan sosialisasi program SLP ke lebih banyak pesantren. Berdasarkan pengamatan kami pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mengalami banyak kemajuan, namun dalam hal pangan, gizi, dan kesehatan, masih belum mendapatkan perhatian yang proporsional. Oleh karena itulkami menilai jika kondisi pangan, gizi dan kesehatannya baik, akan sangat berdampak pada peningkatan capaian pembelajarannya,” lanjut Rimbawan.