Lifestyle

Mematikan, Yuk Ketahui Gejala Penyakit Sifilis


Mematikan, Yuk Ketahui Gejala Penyakit Sifilis
Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), (AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati)

AKURAT.CO Menjadi penyakit menular yang dapat membunuh secara diam-diam, mengetahui gejala sifilis yang umum ditemukan sangat menjadi perlu untuk diketahui. Dr. dr. Wresti Indriatmi, SpKK(K), M.Epid, mengatakan, gejala sifilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap tahap sifilis memiliki gejala yang berbeda-beda.

Misal tahap sifilis primer, gejala sifilis pada kondisi ini umumnya muncul berupa luka ditempat bakteri masuk (lokasi inokulasi), sekitar 10 hingga 90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh.

Pada tahap ini, tidak terasa nyeri. Bisa pula hilang secara spontan dalam 3-6 minggu. Tes serologi Sifilis pun dapat menunjukkan hasil non-reaktif pada sifilis primer dini.

"Untuk sifilis sekunder, terjadi beberapa minggu setelah luka menghilang, dengan ruam yang terdapat dibagian tubuh khususnya di telapak tangan dan kaki," katanya kepada AkuratHealth, dibilangan Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu, (13/2).

Ruam pada tahap sifilis sekunder bisa menetap sampai beberapa bulan. Ditambah dengan penyakit flu, rasa lelah, sakit kepala, nyeri pada persendian dan demam umumnya menjadi contoh gejala lain yang dialami pengidap.

Pada tahapan sekunder, yang paling sering terjadi adalah lesi mukokutan (pada bagian mulut). Kadang-kadang, terjadi pula splenomegaly atau pembersaran limpa. Salah satu tanda yang khas dan bisa dikenali yaitu bercak merah.

Sifilis laten, terjadi tanpa gejala, tapi dalam 12 bulan pertama, infeksi masih bisa menular. Jika tidak ditangani, sifilis laten akan berubah menjadi sifilis tersier. Pada Sifilis laten tidak terdapat lesi.

Untuk mengetahuinya, perlu tes serologi reaktif. Untuk 60-85 persen kasus tetap asimtomatik (tidak menyadari adanya penyakit) selama bertahun-tahun tanpa terapi.

Terakhir sifilis tersier, ini merupakan sifilis yang paling berbahaya. Jika infeksi tidak diobati akan merusak organ-organ tubuh seperti kebutaan, jantung, otak, saraf, pembuluh darah, tulang, kelumpuhan, dimensia, tuli, impotensi, hati bahkan kematian.