Lifestyle

Mematikan, Yuk Kenali Faktor Risiko Virus Hepatitis B dan C


Mematikan, Yuk Kenali Faktor Risiko Virus Hepatitis B dan C
Sekjen Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr. dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp. PD-KGEH (AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati)

AKURAT.CO, Beberapa data menunjukan bahwa satu dari empat pengidap hepatitis meninggal karena kanker atau gagal hati. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, mengatakan, penderita kanker hati menjadi salah satu penyebab kematian yang juga sangat tinggi.

Memperkuat itu, Sekjen Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Dr. dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp. PD-KGEH, mengatakan, salah satu solusi mengatasi hepatitis adalah dengan melakukan deteksi dini. Sebab, kebanyakan para penderitanya tidak menyadari mengidap hepatitis, karena sering ditemukan tidak ada gejala awal.

"Kalau hepatitis A bisa sembuh sendiri sebenarnya jika penangannya tepat. Yang menjadi masalah lebih besar adalah B dan C, yang dapat berakhir pada kanker hati, bila tidak segera ditangani dengan benar dan tepat," katanya kepada AkuratHealth, di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, (22/7).

Karena sering ditemukan tanpa gejala awal, dokter Andri menghimbau, untuk kamu yang memiliki faktor risiko tinggi harus segera melakukan deteksi dini, agar segera mendapatkan penanganan. Adapun orang-orang yang memiliki risiko tinggi tersebut adalah orang-orang yang sering berganti-ganti pasangan, homo seksual, penggunakan jarum tato dan penggunaan jarum suntik lainnya secara bersamaan.

Tak hanya itu, individu yang tinggal ataupun hanya mengunjungi daerah endemis hepatitis, pasien hemodialisis, juga adalah orang-orang yang berisiko tinggi terpapar virus hepatitis B maupun C. Hepatitis B dan C memang sangat berbeda dengan A. Jika hepatitis A yang melakukan kerusakan adalah virusnya, sedangkan pada B dan C sistem imun yang berusaha menghilangkan virus. Akhirnya, merusak sel hatinya.

"Dan yang paling berpengaruh, kalau ibu menderita hepatitis B, itu 90-95 persen akan menularkan virusnya ke bayi yang dikandung atau dilahirkan. Karena penularannya hepatitis B dan C ini melalui kontak darah dan cairan tubuh, dan virusnya kuat sekali. Kalau virus HIV keluar dari tubuh hanya kena matahari mati, virus hepatitis tidak begitu, 100 kali lipat lebih kuat," tutupnya.[]