Rahmah

Memasuki Bulan Dzulqa’dah, Ini Sederet Keutamaan yang Harus Diketahui Umat Islam  

Bulan Dzulqa'dah Merupakan permulaan dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum).


Memasuki Bulan Dzulqa’dah, Ini Sederet Keutamaan yang Harus Diketahui Umat Islam  
Petugas falakiyah melakukan ru’yatul hilal (melihat hilal) untuk menentukan awal bulan suci Ramadan 1443 Hijriah menggunakan teropong di Masjid Al-Musyari’in, Basmol, Kembangan, Jakarta, Jumat (1/4/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Sudah menjadi keharusan bagi seorang Muslim untuk mengetahui bulan-bulan hijriah dalam Islam. Sebab semua bulan tersebut memiliki keutamaan yang harus diketahui umat.

Meskipun saat ini masih bulan Syawal, namun menjelang datangnya bulan Dzulqa’dah hendaknya umat Islam untuk mengetahui amalan-amalan pada bulan tersebut. Berikut ini beberapa keutamaan bulan Dzulqa’dah dikutip dari laman NU Online Jatim.

1. Bulan Dzulqa'dah Merupakan permulaan dari empat bulan yang dimuliakan (al-Asyhur al-Hurum). Empat bulan haram atau empat bulan yang dimuliakan itu adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

baca juga:

Kemudian disebut Dzulqa’dah karena orang-orang Arab pada masa lalu tidak melakukan perang (qu’uudanil qitaal) di dalamnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

 إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ (سورة التوبة: ٣٦)

Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, sebagaimana dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan yang diagungkan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab). (QS at-Taubah: 36).

2. Bulan Dzulqa’dah adalah satu di antara tiga bulan haji, yaitu Syawal, Dzulqa’dah dan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Sebab tidak sah ihram untuk haji pada selain waktu tersebut.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: 

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ (البقرة: ١٩٧)

Artinya: Musim haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi (ditentukan). (QS al-Baqarah: 197).

3. Rasulullah SAW tidak pernah melakukan umrah kecuali pada bulan Dzulqa’dah.

Katerangan tersebut ditegaskan oleh Sahabat Anas bin Malik Radliyallahu Anhu meriwayatkan:

 اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي  ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري)

Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji. (HR al-Bukhari).

4. Bulan Dzulqa’dah adalah 30 malam yang disebutkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya;

 وَوَاعَدْنَا مُوسَى ثَلَاثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَاهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَاتُ رَبِّهِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً، وَقَالَ مُوسَى لِأَخِيهِ هَارُونَ اخْلُفْنِي فِي قَوْمِي وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ الْمُفْسِدِينَ (سورة الأعراف: ١٤٢)

Artinya: Dan Kami telah menjanjikan kepada Musa untuk memberikan kepadanya kitab Taurat setelah berlalu tiga puluh malam (bulan Dzulqa’dah), dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh malam lagi (sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya, yaitu Harun. Gantikanlah aku dalam memimpin kaumku, dan perbaikilah dirimu dan kaummu, dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS al-A’raf: 142). Wallahu A'lam Bishawab. []