Rahmah

Memang Cerdas! Begini Cara Abu Nawas Hindari Hukuman Baginda Raja

Suatu waktu, dalam sebuah dialog Baginda ingin menguji kepandaian Abu Nawas.


Memang Cerdas! Begini Cara Abu Nawas Hindari Hukuman Baginda Raja
Abu Nawas (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Sepertinya Baginda Raja Harun Ar-Rasyid sudah lama tidak bertemu Abu Nawas. Hal tersebut tentu membuat Baginda merasa galau dengan keadaan kerajaan yang sepi dan sunyi tanpa kehadiran Abu Nawas. Baginda juga ingin mendengar cerita-cerita lucu Abu Nawas yang sangat kocak itu.

Tanpa pikir panjang, Baginda memerintahkan beberapa pengawalnya untuk mendatangkan Abu Nawas ke istana kerajaan. Setelah bertemu, kemudian terjadi dialog antara keduanya. Dalam dialog tersebut, ternyata Baginda ingin menguji kepandaian Abu Nawas.

"Jadi begini Abu Nawas, besok hari, bawalah ibumu ke istanaku, engkau akan aku beri hadiah seratus dinar," titah Baginda.

Mendengar hal tersebut, Abu Nawas tentu sangat kaget. Bagaimana tidak, karena Baginda sebenarnya mengetahui jika ibunya telah lama meninggal dunia, bahkan raja sempat ikut melayat ke rumah Abu Nawas saat itu.

Namun karena iming-iming hadiah yang sangat menggiurkan itu, Abu Nawas sepertinya menyetujui permintaan aneh dari Raja itu.

Sesampainya di rumah, Abu Nawas langsung sibuk mencari seorang wanita tua pengganti untuk ibundanya itu. Akhirnya Abu Nawas menemukan orang yang sedang diinginkannya itu. Abu Nawas lalu menjelaskan maksud dan tujuan kepada perempuan tersebut.

Abu Nawas berniat akan membagi hadiah kepada wanita itu dengan adil. Dengan begitu, perempuan tersebut menyetujui permintaan Abu Nawas.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Abu Nawas sudah sampai di istana. Abu Nawas menuju istana sambil menggendong seorang perempuan tua itu.

"Itukah ibumu, wahai Abu Nawas?" tanya Raja membuka percakapan.

"Wahai tuanku yang mulia, sungguh benar ini adalah ibuku. Beliau sudah tua dan kakinya lemah sehingga hamba harus menggendongnya ke istana," jelas Abu Nawas.

"Wahai orang tua, apakah engkau ibu Abu Nawas? Ingat ya kalau bohong, maka akan aku hukum dirimu," tanya Raja kepada perempuan tua itu.

Setelah mendengar ucapan Rajanya, perempuan itu terlihat sangat gugup dan ketakutan. Dengan terpaksa perempuan itu membuat pengakuan yang sebenarnya jika semua itu adalah sandiwara Abu Nawas untuk mendapatkan hadiah dari Rajanya.

Oleh sebab itu, Baginda akan menghukum Abu Nawas dengan 100 kali pukulan sebagai hukumannya. Abu Nawas dinilai telah gagal dalam menjalankan tugasnya.

"Wahai Abu Nawas, karena engkau berjanji kepadaku akan membawa ibumu ke istana, aku juga berjanji akan memberimu hadiah seratus dinar. Namun sangat disayangkan, kali ini engkau tidak bisa memenuhi janjimu. Sehingga engkau harus dihukum dengan100 kali pukulan," tegas Baginda.

Kini Abu Nawas dalam posisi terdesak. Ia segera memutar otaknya agar terhindar dari hukuman. Dan tak lama setelah itu, Abu Nawas berkata.

"Wahai Baginda, sebelumnya, hamba sudah berjanji dengan perempuan tua itu akan membagikan hadiah yang akan paduka berikan dengan sama rata. Karena sekarang hamba dihukum 100 kali pukulan, jadi yang 50 pukulan saya terima, sedangkan yang 50 pukulan lagi tolong diberikan kepada perempuan tua itu," ucap Abu Nawas.

"Haduhh... Jangankan dipukul 50 kali, dipukul satu kali saja perempuan tua ini tidak akan mampu berdiri," gumam Baginda dalam hatinya.

Baginda kemudian mengambil keputusan memberikan uang 50 dinar diberikan kepada perempuan tua itu. Namun setelah perempuan itu menerima uang, Abu Nawas menyela Baginda.

"Ampun beribu ampun, Baginda yang mulia, jika ibuku telah mendapat hadiah dari paduka, tidak adil kiranya kalau anaknya ini dilupakan begitu saja," protes Abu Nawas.

"Hmmm...baiklah, ini bagian untukmu," kata raja sambil memberikan uang 50 dinar kepada Abu Nawas.

Abu Nawas dan wanita tua itu lalu pamit meninggalkan istana kerajaan. []