Olahraga

Memanas, Muncul Tuntutan Menghukum Klub Liga Primer Pendukung ESL

Suporter meminta enam klub Liga Primer Inggris yang sebelumnya bersedia bergabung dengan ESL dihukum turun kasta atau pengurangan angka.


Memanas, Muncul Tuntutan Menghukum Klub Liga Primer Pendukung ESL
Pemain Manchester United dalam sesi latihan menjelang laga melawan tim tamu Liverpool di putaran keempat Piala FA 2020-2021, di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Senin (25/1/2021). (FOTO/Manchester United)

AKURAT.CO, Polemik Liga Super Eropa (ESL) semakin menjadi-jadi. Terutama suporter, mereka masih keheranan mengapa pemilik 12 klub terbesar bersedia bergabung dengan ESL meski akhirnya memutuskan mundur.

Mereka juga tampaknya belum puas meski beberapa klub tersebut memilih mundur dari ESL. Di Inggris, misalnya, suporter bahkan meminta otoritas kompetisi domestik menghukum enam klub yang sebelumnya bersedia bergabung dengan ESL mengurangi angka atau menurunkan mereka ke kasta kedua.

Di Manchester, sekelompok suporter bahkan berhasil merangsek masuk ke fasilitas latihan Manchester United. Langsung ditemui oleh Pelatih MU, Ole Gunnar Solskjaer, mereka menuntut pemilik United, keluarga Glazer, untuk pergi dari klub dan sebagian besar saham dimiliki oleh institusi.

“Sebagai penggemar United, saya bakal senang jika enam klub (yang semula bergabung dengan ESL) turun kelas,” kata salah seorang suporter MU, Peter Logan, sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Relegasi bakal, sebagaimana yang mereka katakan di dalam bagian dunia saya–membuat mereka tersenyum di sisi lain wajah mereka–Klub Championship (liga kasta kedua) akan mendapat keuntungan secara finansial dari tiket masuk dan enam tim saku Liga Primer akan terpukul keras yang layak mereka dapatkan karena keserakahan mereka.”

Pelatih Everton, Carlo Ancelotti, secara terbuka mengatakan bahwa 12 klub yang bergabung dengan ESL telah melakukan kesalahan. Ancelotti, yang pernah melatih beberapa dari 12 klub tersebut, mengatakan bahwa ESL melakukan kesalahan karena tidak mempertimbangkan pendapat pemain, pelatih, dan suporter.

“Mereka ingin membangun sebuah kompetisi tanpa kepantasan keolahragaan dan ini tidak bisa diterima,” ucap Ancelotti.

Ancelotti mengaku terkejut justru karena sebelumnya ia sudah mendengar soal ESL dan memperkirakan bahwa kejuaraan tersebut tidak bakal terjadi. Ancelotti menyoroti bahwa ESL merupakan dampak dari cara berbisnis olahraga Amerika yang diterapkan oleh pengusaha Amerika yang memiliki klub Eropa.

“Di Amerika, olahraga lebih ke hiburan. Tetapi di Eropa, kita hidup dengan gairah terhadap hasil. Benar, sepakbola sekarang adalah olahraga dan bisnis tetapi Anda harus mempertimbangkan keduanya, tidak hanya bisnis, karena sepakbola yang pertama adalah olahraga,” ucap Ancelotti.

Tentang kemungkinan hukuman pengurangan poin atau turun kasta terhadap enam klub tersebut, Ancelotti menolak memberikan komentar. “Saya bukan orang yang tepat untuk mengatakan apakah mereka harus dihukum. Setiap orang bisa melakukan kesalahan,” kata Ancelotti.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu