Lifestyle

Siapa Bilang Seks Itu Milik yang Muda? Manula Juga Harus Joss!

Banyak manula tetap menikmati seksualitas mereka hingga usia 80-an dan seterusnya. Ini beberapa hal yang wajib kamu ketahui tentang kehidupan seks manula


Siapa Bilang Seks Itu Milik yang Muda? Manula Juga Harus Joss!
Ilustrasi seksualitas manula (FREEPIK)

AKURAT.CO, Seiring bertambahnya usia, hubungan seks tidak sama seperti di usia 20-an. Namun, itu bukan berarti seks hanya untuk kaum muda. Menurut Mayo Clinic, banyak manusia lanjut usia (manula) tetap menikmati kehidupan seksualitas mereka hingga usia 80-an dan seterusnya. 

"Tidak ada batasan usia untuk seksualitas dan aktivitas seksual," lapor Stephanie A. Sanders, PhD, seorang ilmuwan senior di kelompok penelitian seksual The Kinsey Institute di Indiana University, dikutip Akurat.co pada Selasa, (21/9/2021). 

Sementara frekuensi atau kemampuan untuk melakukan hubungan seksual pada umumnya akan sedikit menurun karena manula mengalami perubahan fisiologis normal yang menyertai penuaan. Laporan menunjukkan bahwa mayoritas pria dan wanita antara usia 50 dan 80 masih antusias tentang seks dan keintiman.

Bahkan studi lainnya menunjukkan, sepertiga dari manula berusia di atas 70 tahun bercinta minimal dua kali seminggu.

"Hubungan romantis adalah bagian penting dalam hidup seseorang, tak hanya untuk anak muda, namun untuk seumur hidup. Dan, seksualitas diantara manula adalah yang terbaik," ujar peneliti Cesira Urzi Brancati. 

Sama seperti pada saat masih muda, seks juga mempunyai manfaat untuk manula. Berikut Akurat.co rangkum manfaat hubungan seks untuk manula, dilansir Help Guide

  • Meningkatkan kesehatan mental dan fisik.
  • Seks dapat membakar lemak, menyebabkan otak melepaskan endorfin, dan secara drastis mengurangi kecemasan.
  • Memperpanjang usia, sebab secara tidak langsung seks telah meningkatkan kesehatan sehingga dapat menambah tahun hidup.
  • Seks adalah cara terbaik mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan. Tak peduli berapa pun usia, seks selalu bisa memperkuat hubungan.

Meskipun bisa dilakukan dan membawa sejumlah manfaat, manula tetap memiliki kondisi yang berbeda dengan pada saat berusia muda. Seorang wanita yang sudah lanjut usia akan mengalami perubahan pada vaginanya. Dinding vagina bisa menjadi lebih tipis dan sedikit kaku, bahkan kesulitan untuk menghasilkan pelumas alaminya.

Semua perubahan ini bisa membuat jenis aktivitas seksual tertentu, seperti penetrasi vagina, menyakitkan atau kurang diminati. Penggunaan pelumas berbahan dasar air atau kondom berpelumas mungkin lebih nyaman. Jika seorang wanita menggunakan terapi hormon untuk mengobati  gejala-gejala ini, dia mungkin ingin berhubungan seks lebih sering daripada sebelum terapi hormon. 

Sementara pada pria, impotensi (juga disebut disfungsi ereksi, atau DE) menjadi lebih umum. DE adalah hilangnya kemampuan untuk memiliki dan mempertahankan ereksi.

DE dapat menyebabkan pria membutuhkan waktu lebih lama untuk ereksi. Ereksinya pun mungkin tidak sekuat atau sebesar dulu, hingga berbagai masalah lainnya. DE tidak menjadi masalah jika terjadi sesekali, tetapi jika sering terjadi, kamu butuh bantuan dokter. 

Bukan hanya masalah fisik saja, kondisi emosional manula juga mempengaruhi kehidupan seks mereka. Banyak manula mengaku lebih puas dengan kehidupan seksual mereka dibandingkan pada saat masih muda. Hal ini ternyata disebabkan oleh sedikit tekanan hidup, gangguan, lebih banyak waktu dan privasi, tidak ada kekhawatiran tentang kehamilan.

Di sisi lain, ada pula manula yang merasakan tekanan. Seiring bertambahnya usia, tubuh berubah, termasuk berat badan, kulit, dan otot, dan beberapa muncul penyakit yang mengganggu aktivitas. Baik pria maupun wanita, mungkin juga khawatir jika pasangan tidak akan lagi menganggap mereka menarik. Semua kekhawatiran ini dapat menghalangi para manula untuk menikmati kehidupan seks yang memuaskan.

Namun, manula tetap bisa menjaga kehidupan seksual mereka tetap terjaga. Yang paling penting adalah komunikasi. Pasangan manula harus bisa bersikap terbuka untuk menemukan cara baru untuk menikmati kontak seksual dan keintiman.

Selain itu, tidak menutup diri dengan aktivitas seksual lainnya. Penetrasi hanyalah salah satu cara untuk memiliki kehidupan seks yang memuaskan. Menyentuh, berciuman, dan kontak intim lainnya juga dapat bermanfaat.

Terakhir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk membantu mengatasi keterbatasan, kondisi kronis dan obat-obatan yang memengaruhi kehidupan seks. Sementara untuk kesehatan emosional, seorang terapis mungkin dapat membantu dengan masalah tertentu.[]