Lifestyle

Memahami Hubungan Antara Gula dan Diabetes Pada Anak

Gula yang dimakan anak-anak menyebabkan lonjakan gula darah yang besar Ini meningkatkan risiko resistensi insulin, pradiabetes, dan diabetes tipe 2.


Memahami Hubungan Antara Gula dan Diabetes Pada Anak
Diabetes pada anak (HEALTHLINE)

AKURAT.CO Sekitar 400 juta orang di dunia didiagnosis menderita diabetes. Mirisnya, diabetes tidak hanya diderita oleh orang dewasa saja tapi juga anak-anak berusia dua tahun. Mom mungkin menganggap kondisi ini disebabkan anak-anak yang  tergila-gila dengan permen dan cokelat. Benarkah? 

Diabetes tipe 1 adalah tipe diabetes yang yang lebih sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Ini adalah kondisi autoimun, di mana tubuh kehilangan kemampuannya untuk membuat insulin. Artinya, diabetes tipe 1 tidak dipengaruhi oleh seberapa banyak gula yang dikonsumsi.

Di sisi lain, diabetes tipe 2 terkait dengan penambahan berat badan, dan bukan spesifik konsumsi gula. Anak-anak yang sering mengonsumsi makanan tidak sehat (bukan hanya gula) dan jarang olahraga (tidak aktif bergerak)  berisiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.  Namun, gula memang merupakan jenis karbohidrat sederhana yang dapat menyumbang kenaikan berat badan jika dimakan berlebihan.

“Konsumsi gula tambahan dikaitkan dengan kelebihan berat badan dan obesitas,” kata Dr. Jennifer Woo Baidal, asisten profesor pediatri di Columbia University Vagelos College of Physicians, dikutip AKURAT.CO pada Senin (6/9/2021).

"Dan itu bisa menyebabkan hipertensi, dislipidemia, penyakit hati berlemak dan diabetes," ujarnya. 

Seberapa buruk gula untuk anak-anak?

Genetika berperan dalam diabetes tipe 1, tetapi ini belum dipahami sepenuhnya. Sementara jumlah gula yang dimakan anak-anak menyebabkan lonjakan gula darah yang besar dari waktu ke waktu. Ini meningkatkan risiko resistensi insulin, pradiabetes, dan diabetes tipe 2. Terlalu banyak gula juga dapat memengaruhi suasana hati, aktivitas, dan hiperaktif anak.

Itu mempengaruhi perilaku mereka karena gula darah mereka seperti roller coaster, naik turun sepanjang hari. Tapi jangan lupa bahwa tidak semua gula diciptakan sama. Buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan dan produk susu mengandung gula alami yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak.

Jika anak mengalami diabetes tipe 1 maka dokter akan memberikan terapi insulin untuk mengendalikan gula darah. Namun, diabetes tipe 2 dapat diatasi dan dihentikan dengan gaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan bernutrisi dan olahraga. 

Apakah diabetes diturunkan dari orang tua?

Para ahli mengatakan genetika bisa berperan, tetapi peran itu juga tergantung pada jenis diabetes. Selain itu, pola makan dan berat badan pun memainkan peran utama dalam menentukan apakah seorang anak menderita diabetes tipe 2.

“Sebenarnya, diabetes melitus tipe 2 bukanlah suatu penyakit keturunan, seperti penyakit hemofilia (gangguan pembekuan darah) atau buta warna. Jadi, orang tua yang menderita diabetes tidak akan menurunkan diabetes kepada keturunan mereka. Hanya saja, keturunannya memiliki faktor risiko untuk menderita diabetes di kemudian hari,” tutur  dr. Sepriani Timurtini Limbong.[]