Lifestyle

Memahami Kecanduan Pornografi, Tanda dan Cara Mengatasinya

Tidak ada angka untuk menyatakan seseorang kecanduan pornografi. Namun jika pornografi sudah menganggu kehidupan, maka itu adalah masalah dan harus diatasi


Memahami Kecanduan Pornografi, Tanda dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi - Mengenal kecanduan pornografi (Akurat.co/Ryan)

AKURAT.CO American Psychological Association (APA) tidak mengakui kecanduan pornografi sebagai  masalah atau gangguan kesehatan mental, seperti kecanduan narkoba atau alkohol. 

Nicole Prause, PhD, seorang ahli saraf yang meneliti psikofisiologi seksual mengatakan bahwa apa yang orang sebut sebagai kecanduan pornografi pada dasarnya adalah konflik nilai yang membuatmu berpikir telah kecanduan.

Sebuah studi besar tahun 2020 yang diterbitkan oleh APA menemukan bahwa kepercayaan budaya, moral, atau agama seseorang dapat membuat mereka percaya bahwa mereka kecanduan pornografi, bahkan jika mereka tidak benar-benar menonton banyak film porno. 

baca juga:

"Jika berpikir sedang berjuang dengan pornografi, kemungkinan besar kamu benar-benar berjuang dengan konflik nilai-nilai pribadi diri sendiri seputar perilaku seksualmu, dan itu bukan tentang pornografi," kata Prause, dikutip AKURAT.CO, Kamis (12/5/2022). 

"Ada banyak orang di luar sana yang menggunakan banyak pornografi yang tidak memiliki masalah sama sekali," kata Erick Janssen, PhD, seorang ilmuwan senior di Kinsey Institute. 

Lalu, kapan menonton film porno dikatakan berlebihan?

Tidak ada jawaban atau angka yang jelas untuk ini karena bervariasi dari orang ke orang.

Hal inilah yang membuat sangat sulit bagi peneliti untuk mengetahui di mana harus menarik garis.

Selain itu, Prause mengatakan orang-orang yang berjuang dengan menonton pornografi hampir selalu memiliki kelainan yang mendasarinya, paling sering adalah depresi

Orang yang merasa memiliki hubungan yang bermasalah dengan pornografi mungkin mengalami gejala seperti:

  • Merasa bersalah, malu, atau menyesal setelah menonton film porno
  • Tidak bisa berhenti menonton film porno, meskipun sudah ingin
  • Kecenderungan untuk terlibat dalam perilaku berisiko yang dapat membahayakan karier atau kehidupan sosial
  • Merasa jauh secara emosional dari pasangan romantis 
  • Merasa kurang puas dengan hubungan seksual kehidupan nyata 

Terlepas dari nilai-nilai agama dan budaya, penelitian menunjukkan bahwa menonton film porno, masturbasi, dan mengeksplorasi seksualitas sebenarnya bisa bermanfaat bagi kehidupan seks.

Namun demikian, jika merasa terlalu banyak menonton film porno hingga mengabaikan pekerjaan, hubungan, atau bahkan tanggung jawab, kamu harus melakukan perubahan dari dalam diri, dan mencari bantuan dari terapis atau konselor seks yang berkualifikasi.

Kamu juga disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan mentalmu, seperti depresi, sehingga bisa mendapatkan perawatan jika memang diperlukan.