News

Melki Laka Lena: Korea Selatan Sukses Jalankan Pemilu, Kuncinya Pelaksanaan Prokes


Melki Laka Lena: Korea Selatan Sukses Jalankan Pemilu, Kuncinya Pelaksanaan Prokes
Petugas menandai pemilih usai melakukan pencoblosan saat simulasi pemungutan suara untuk pemilihan serentak 2020 di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemerintah dan DPR telah memutuskan tetap melanjutkan Pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Satgas Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 Partai Golkar Melki Laka Lena menjelaskan, ada 30 negara di dunia yang tetap melaksanakan agenda politiknya di tingkat pusat atau daerah pada masa pandemi. Diantaranya, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Dua negara itu sukses menjalankan agenda nasionalnya saat pandemi masih melanda. Di Indonesia, Pilkada semula dijadwalkan berlangsung pada 23 September. Lalu, bergeser ke tanggal 9 Desember untuk memastikan pelaksanan berjalan dengan aman dan demokratis.

"Kisah sukses Korea Selatan menjalankan pemilu secara aman dan demokratis saat pandemi sedang tinggi menjadi salah satu rujukan. Kuncinya adalah pelaksanaan protokol kesehatan secara disiplin untuk menjamin pemilu aman dan demokratis," ungkap Wakil Ketua Komisi IX DPR asal Fraksi Golkar itu.

Dia menambahkan, Pilkada tahun 2020 tidak berbeda dengan aktivitas keseharian masyarakat. Karenanya, agenda kebangsaan harus diatur dengan tepat. KPU dan Bawaslu serta seluruh perangkatnya berperan penting membuat dan melaksanakan aturan untuk memastikan protokol kesehatan berjalan dalam semua tahapan.

"Kemendagri dan Pemda, DPR dan DPRD serta aparat hukum harus memastikan pelaksanaan, pengawasan dan sanksi terhadap pemberlakuan protokol kesehatan kepada para pihak yang melanggar. Pasangan calon, pimpinan parpol, tim sukses dan massa pendukung berperan aktif kampanyekan pola hidup sehat dan kepatuhan protokol kesehatan sehingga Pilkada jadi ajang dan media untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran dan pelaksanaan protokol kesehatan," ujarnya.

Dia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap prokes (protokol kesehatan). Prokes, bagi dia, menjadi kunci utama untuk menjaga keselamatan rakyat pada masa pandemi. Aturan pelaksaan prokes secara detail di semua tahapan dan proses Pilkada dibuat oleh lembaga penyelenggara pemilu dan pemerintah, diawasi pelaksanaan oleh legislatif semua tingkatan, dilaksanakan oleh pimpinan parpol bersama paslon, tim sukses dan massa pendukung.

"Niscaya berbagai proses dan tahapan Pilkada berlangsung aman dan demokratis," ungkapnya.

Politikus kelahiran NTT itu menambahkan, sinergi antar berbagai komponen bangsa dari ormas keagamaan, kampus, kalangan swasta dan masyarakat sipil lainnya bersama pemerintah, penyelenggara pemilu, legislatif dan pimpinan parpol lebih ditingkatkan sehingga masyarakat lebih tertib dan disiplin jalankan protokol kesehatan dalam berbagai aktivitas termasuk saat Pilkada.[]