Olahraga

Melati: "Lucky Ball" Bikin Kita Balikin Momentum

Di partai ketiga penyisihan Olimpiade Tokyo 2020, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan menghadapi wakil tuan rumah, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.


Melati:
Duet ganda campuran terbaik Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, saat bertanding menghadapi Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Kamis (2/7). (PBSI)

AKURAT.CO, Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, mengaku bermain lebih tenang di laga kedua penyisihan Grup C Olimpiade Tokyo 2020 menghadapi wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.

Bertanding di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo, Jepang, Minggu (25/7), Praveen/Melati menang dua set langsung namun tidak mudah. Mereka sempat bermain deuce di set pertama untuk kemenangan 24-22 dan merebut set kedua dengan skor 21-19.

Melati mengatakan pertandingan ketat melawan Christiansen/Boje memang tipikal menghadapi lawan asal Denmark tersebut. Di set kedua, Melati mengakui bahwa keberuntungan membantu kemenangan mereka.

“Di gim kedua, lucky ball itu sepertinya yang bikin kita bisa balikin momentum lagi. Alhamdulillah akhirnya menang straight game,” ucap Melati selepas pertandingan sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.

Pada laga pertama kemarin, penampilan Praveen/Melati sempat menjadi catatan ketika harus mengalahkan wakil Australia, Simon Leung/Gronya Somerville. Menghadapi Leung/Sommerville mereka harus menghabiskan tiga set di mana Praveen/Melati kalah di set pertama meski sudah sempat unggul jauh.

“Hari ini kami main lebih lepas daripada kemarin. Sudah tidak tegang dibanding kemarin. Jadi lebih yakin dengan pukulan dan pola main kami juga,” ucap Melati. “Mungkin karena sudah lebih tenang, jadi saya dan Jordan juga lebih enak komunikasinya di lapangan.”

Di laga kedua mereka tidak didampingi pelatih kepala ganda campuran PBSI, Richard Mainaky. Pun demikian, Richard memberikan masukan kepada Praveen/Melati untuk tidak terlalu gugup selepas melihat penampilan anak asuhnya di partai pembuka.

“Jadi kemarin saya ada chat dengan Kak Icad (sapaan Richard), dia bilang kami sangat tegang,” kata Melati. “Terus dia kasih masukan dan nasihat, mungkin karena itu juga kami jadi lebih tenang.”

Dengan modal dua kemenangan, Praveen/Jordan tinggal menghadapi lawan asal tuan rumah di laga penyisihan terakhir, Yuta Watanabe/Arisa Higashino, Senin (26/7). Kemenangan akan membuat Praveen/Melati memimpin klasemen grup dan berhak lolos ke perempat final.

“Lawannya makin ke sini akan makin berat, jadi harus jaga motivasinya dan lebih enjoy mainnya,” kata Praveen.[]