News

Meksiko Jual Pesawat Kepresidenan untuk Cegah Migrasi Ilegal


Meksiko Jual Pesawat Kepresidenan untuk Cegah Migrasi Ilegal
Pesawat kepresidenan Meksiko (BBC)

AKURAT.CO, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador berjanji menggunakan laba dari penjualan pesawat kepresidenan untuk mendanai upaya mencegah migrasi ilegal.

Langkah ini dilakukan setelah Meksiko dan Amerika Serikat (AS) mencapai kesepakatan untuk menghindari tarif AS dengan imbalan Meksiko bertindak lebih banyak untuk menghentikan migrasi warga Amerika Tengah ke AS.

Selama kampanye, pemimpin sayap kiri itu berjanji menjual pesawat tersebut dan menggunaan dananya untuk membantu warga miskin. Dia menjelaskan, perkiraan nilai pesawat Boeing 787 Dreamliner itu senilai USD 150 juta (Rp2,1 triliun).

Selama kampanye presiden pada 2018, Lopez Obrador yang dipanggil AMLO berjanji menjual pesawat yang dibeli senilai USD 218 juta (Rp3,1 triliun). Dia menjelaskan pada para pendukungnya bahwa dia akan terbang dengan pesawat komersial dan melaksanakan janji itu beberapa hari setelah menjabat.

Pesawat itu telah dijual selama beberapa bulan terakhir dan berada di gudang California. Meksiko juga berupaya menjual 60 pesawat dan 70 helikopter milik pemerintah.

Selama konferensi pers, Lopez Obrador ditanya tentang kesepakatannya dengan AS, termasuk pengerahan pasukan garda nasional Meksiko ke selatan perbatasan dengan Guatemala.

“Tentang seberapa banyak rencana ini menelan biaya, biar saya katakan, kita memiliki anggaran itu. Ini akan kita terima dari penjualan pesawat kepresidenan mewah,” papar Lopez Obrador.

Pesawat itu dibeli pada 2016 dan diberi nama Jose Maria Morelos y Pavon sesuai nama pemimpin gerakan kemerdekaan Meksiko. Kesepakatan antara AS dan Meksiko tercapai pekan lalu sehingga mencegah rencana Trump menerapkan tarif 5 persen terhadap impor dari Meksiko, mitra dagang terbesar ketiga AS.

Meskiko mengerahkan 6.000 personel Garda Nasional ke selatan perbatasan dengan Guatemala untuk meredam laju migran. Meksiko juga akan memperluas program mengembalikan para pencari suaka yang telah di AS ke Meksiko untuk menunggu proses persetujuan klaim mereka.[]