News

Megawati Sebut Minang Sudah Berbeda, Imelda Sari Angkat Bicara

Kata dia budaya Minang itu terbuka dan mampu beradaptasi.


Megawati Sebut Minang Sudah Berbeda, Imelda Sari Angkat Bicara
Politisi Partai Demokrat Imelda Sari (Twitter/@isari68)

AKURAT.CO, Politikus Partai Demokrat Imelda Sari tak sependapat dengan pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Seokarnoputri yang menyebut Sumatera Barat (Sumbar) kini berbeda. 

Imelda menjelaskan bahwa jika Megawati dekat dengan warga Minang, pastinya tahu khas budaya yang melekat dengan Minang. Menurutnya, Minang itu memiliki sifat yang terbuka dan mampu beradaptasi.

"Bu Mega, kata Kahlil Gibran 'jarak itu tiada nyata kecuali yang direntang khayalan rasa'. Jika dekat di hati warga, tentu Ibu bisa melihat kekhasan budaya Minang itu terbuka dan mampu beradaptasi, karena alam takambang jadi guru," kata dia sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @isari68 pada Sabtu (14/8/2021).

Sebelumnya juga ada Ketua Umum Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Fadli Zon yang tak setuju dengan ucapan Megawati.

"Urang Minang (Sumatera Barat) dengan adat istiadatnya 'adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah' tak pernah berubah," ujar @fadlizon.

Ia merasa sikap berbeda justru datang dari beberapa tokoh pemerintah pusat terhadap Sumbar. Menurutnya, hal ini muncul karena mereka kurang memahami sejarah dan budaya Minang.

"Yang sudah beda justru sikap beberapa tokoh pemerintah pusat terhadap Sumbar karena kurang paham sejarah dan budaya Minang yang demokratis dan antifeodalisme," cuit anggota DPR Fraksi Partai Gerindra itu lagi.

Pernyataan Sumbar kini berbeda disampaikan Mega ketika memberikan pidato di peringatan HUT ke-119 Proklamator RI Mohammad Hatta, Kamis (12/8/2021). Dalam pidatonya Megawati mengatakan Sumbar saat ini sudah tak seperti dulu.

"Dulu saya tahu banyak sekali tokoh dari Sumbar. Kenapa menurut saya sekarang kok kayaknya tidak sepopuler dulu kah atau emang tidak ada produknya?" ucap Megawati dalam acara yang digelar Badan Nasional Kebudayaan Pusat (BKNP) PDIP secara virtual itu. 

"Setelah ke sini, saya mulai berpikir, saya sering diskusi karena di BPIP, saya sebagai ketua dewan pengarah. Saya suka bertanya ke Buya Syafii, mengapa Sumatera Barat yang dulu saya kenal sepertinya sudah mulai berbeda, lain," tambahnya.

Megawati menyebut saat ini tak ada tokoh Sumbar yang terkenal. Padahal kata Megawati, di era kemerdekaan banyak tokoh-tokoh asal Sumbar, diantaranya Sutan Sjahrir, Tan Malaka, Muhammad Yamin, Agus Salim, Rasuna Said, Buya Hamka, Moh Natsir, Abdul Muis, Rohana Kudus, dan lainnya.[]