News

Megawati Ingatkan Cakada PDIP Tidak Pongah, Contoh Bung Karno dan Jokowi


Megawati Ingatkan Cakada PDIP Tidak Pongah, Contoh Bung Karno dan Jokowi
Ketua Umum Partai PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri memeberikan pidato saat pengumuman pasangan calon kepala daerah serentak 2020 di kantor pusat PDI, Jakarta, Rabu (19/2/2020). PDI Perjuangan resmi mengumumkan 48 pasangan calon (paslon) kepala daerah yang diusung di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Pengumuman ini merupakan gelombang pertama. Ada sejumlah calon kepala daerah lain yang akan diumumkan di gelombang berikut, termasuk Solo dan Medan. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah mengikuti cara kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Menurutnya, kepemimpinan Jokowi itu sangat ideal apabila ingin menjadi sosok yang dicintai rakyat. 

"Kita bisa melihat Bapak Ir Joko Widodo dengan diusung PDI Perjuangan maka menjadi sebuah partai yang bisa mengangkat presidennya menjadi dua kali. Jadi jangan berkira kalau nantinya saudara-saudara yang telah menang, mulai keluar keangkuhan, kepongahan. Banyak saya lihat-lihat seperti itu terjadi," kata Megawati saat membuka Sekolah Partai Gelombang I melalui telekonferensi pada Jumat (21/8/2020).

Megawati juga mengatakan banyak calon kepala daerah yang sudah terpilih tapi tidak mau turun ke bawah melihat rakyatnya.

Kata dia, sosok seperti itu tidak dipilih kembali oleh rakyat di periode kedua. Bahkan, Partai juga memikirkan akan memberikan rekomendasi lagi.

"Karena pasti sekarang orang kan lihat dengan survei. Meskipun saya selalu katakan survei bukan jaminan, survei hanya menjadi salah satu bagian untuk kita melihat, mendeteksi bagaimana orang ini jalankan tugasnya sebagai pemimpin di daerah masing-masing. Kalau survei sudah rendah, bagaimana mau diangkat lagi?" Kata Megawati.

Selain itu, Megawati juga menilai semangat Presiden Pertama RI Bung Karno bisa dijadikan model untuk memimpin rakyat.

"Tidak akan terasa capek karena selalu ada rasa gembira. Seperti saya masuk partai itu tahun 1986 di PDI, pada 1987 saya sudah jadi anggota DPR, waktu itu saya jg masih mentah, tahu politik dikit-dikit, tetapi karena dedikasi saya, keyakinan saya, dan waktu itu saya memutuskan akan masuk partai. Saya sudah katakan sama suami saya dan suami saya juga bersama-sama saya masuk ke PDI," katanya.[]