News

Megawati Dapat Gelar Profesor Kehormatan, Apa Saja Syaratnya?

Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri akan mendapat gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Unhan.


Megawati Dapat Gelar Profesor Kehormatan, Apa Saja Syaratnya?
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri akan mendapat gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) dari Universitas Pertahanan (Unhan).

Pemberian gelar Profesor Kehormatan ini dapat diberikan oleh Universitas kepada tokoh publik yang memiliki prestasi luar biasa. Pengukuhan profesor kehormatan akan digelar pada sidang senat terbuka, Jumat (11/06/2021) siang.

Lantas apa syarat yang membuat Megawati mendapat gelar profesor kehormatan (Guru Besar Tidak Tetap) ?

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pada pasal 72 ayat 5.

Undang-undang itu menjelaskan bahwa Menteri dapat mengangkat seseorang dengan kompetensi luar biasa pada jenjang jabatan akademik Profesor atas usul Perguruan Tinggi.

Cek selengkapnya di sini

Kemudian, pemberian gelar profesor kehormatan berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 40 Tahun 2012 tentang Pengangkatan Guru Besar Tidak Tetap pada Perguruan Tinggi.

Pada pasal 2 dikatakan menteri dapat menetapkan seseorang yang memiliki keahlian dengan prestasi luar biasa untuk diangkat sebagai profesor/guru besar tidak tetap pada perguruan tinggi berdasarkan pertimbangan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

Cek selengkapnya di sini

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor 154/E/KP/2013 tentang Guru Besar Tidak Tetap. Surat tersebut juga menyebutkan, seseorang yang dicalonkan memiliki karya yang sifatnya "tacit knowledge" dan berpotensi dikembangkan menjadi "explicit knowledge" di perguruan tinggi serta berguna bagi kesejahteraan manusia.

Nantinya, akan diajukan oleh perguruan tinggi setelah rapat senat perguruan tinggi kepada menteri dengan melampirkan karya-karya yang bersangkutan.

Sebelumnya, Rektor Unhan RI Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Amarulla Octavian menjelaskan, pemberian gelar tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Megawati dalam menghadapi krisis multi dimensi di era pemerintahannya. 

"Unhan RI mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia," ucap Octavian.[]