News

Media Asing Soroti Tragedi Sepak Bola di Stadion Kanjuruhan Malang

Media Asing Soroti Tragedi Sepak Bola di Stadion Kanjuruhan Malang
Personel keamanan Indonesia (bawah) berada di lapangan di stadion Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur, di tengah kekacauan, di mana setidaknya 129 tewas pada hari Sabtu (AFP)

AKURAT.CO  Tak hanya media tanah air, surat kabar asing kini ramai memberitakan tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lebih dari 120 orang telah terbunuh pada Sabtu (1/10) usai kericuhan meletus usai laga Arema FC vs Persebaya. Menurut laporan, kekisruhan bermula saat sejumlah suporter Arema menerobos lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya.

Beberapa media asing yang mengulas peristiwa berdarah itu di antaranya adalah outlet berita ternama dari Inggrs, The Guardian. Dalam laporannya, The Guardian menyebut bahwa korban tewas dalam kerusuhan mencapai sedikitnya 129 orang, dengan 180 lainnya menderita luka-luka.

The Guardian juga mengungkap bahwa bentrok terjadi setelah Arema ditumbangkan 3-2 saat pertandingan pada Sabtu malam. 

baca juga:

"Menurut polisi (Indonesia), sedikitnya 129 orang tewas dan 180 lainnya luka-luka setelah kekerasan dan desak-desakan meletus usai pertandingan liga sepak bola Indonesia.

"Suporter klub Jawa Arema dan Persebaya Surabaya bentrok setelah Arema dikalahkan 3-2 pada pertandingan di Kabupaten Malang, Jawa Timur," tulis The Guardian, pada Minggu (2/9), dengan tajuk 'Indonesia Football Riot: 129 People Killed after Stampede at Match'.

Telan 129 Nyawa, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Ramai Disorot Media Asing - Foto 1
 Kerumunan pemuda melemparkan batu ke kendaraan-kendaraan yang lewat di luar stadion saat kerusuhan terjadi di jalan-jalan-DailyMail

Selanjutnya, The Guardian menjabarkan saat kejadian, para pendukung dari pihak yang kalah menyerbu lapangan. Pihak berwenang lantas menembakkan gas air mata, yang kemudian memicu kerumunan massa yang berdesak-desakan dan kasus mati lemas. Laporan ini diungkap The Guardian, mengutip keterangan dari Kapolres Jawa Timur, Nico Afinta.

Menurut Afinta, yang ditulis The Guardian, banyak orang yang saat itu menjadi terhimpit dan tercekik saat mereka mencoba berlari ke sebuah pintu keluar.

"Mereka keluar ke satu titik di pintu keluar, lalu terjadi penumpukan – dalam proses akumulasi ada sesak napas, kekurangan oksigen," tulis The Guardian melanjutkan, mengutip ucapan Afinta.

Seorang juru bicara polisi kemudian menyebutkan jumlah korban tewas di angka 129 orang.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa petugas masih mendata jumlah korban luka.

Telan 129 Nyawa, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Ramai Disorot Media Asing - Foto 2
 Sebuah mobil dibakar di luar stadion Kanjuruhan setelah kekerasan-Putri/AFP

Dalam liputannya, The Guardian tidak mengungkap soal polemik aksi polisi yang menembak tribun penonton dengan gas air mata. Sementara di media tanah air, isu ini juga ramai diberitakan lantaran dalam regulasi FIFA tentang keselamatan dan Keamanan Stadion, penggunaan gas air mata tegas dilarang.

Sementara surat kabar Inggrs lainnya, The Daily Mail terlihat membahas bagaimana para suporter yang mencoba lari karena terpojok oleh tembakan gas air mata dari polisi.

"Video mengerikan menunjukkan para penggemar (sepak bola) memanjat pagar ketika mereka mencoba melarikan diri dari asap, yang tidak menghilang, dengan beberapa jatuh ke tanah dan kehilangan kesadaran dan terinjak-injak. 

"Laporan menunjukkan bahwa beberapa penggemar terpojok oleh gas air mata dan menderita inhalasi serta kekurangan oksigen.

"Korban tewas mencapai 127, dengan dua petugas polisi dan anak-anak di antara yang tewas. Lebih dari 180 telah dilaporkan terluka akibat invasi yang terjadi di lapangan dan tindakan selanjutnya

"Rekaman mengganggu lebih lanjut tampaknya menunjukkan barisan mayat membiru di lorong-lorong rumah sakit terdekat," tulis Daily Mail mencoba menggambarkan buruknya situasi akibat kerusuhan.

Telan 129 Nyawa, Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Ramai Disorot Media Asing - Foto 3
 Polisi memasang garis polisi di sekitar truk polisi yang terbakar di luar stadion setelah kerusuhan-Putri/AFP

Kendati begitu, The Guardian setelahnya terlihat lebih merinci kronologi kerusuhan. Dikatakan bahwa bentrokan kabarnya dimulai saat ribuan suporter Arema berhamburan ke lapangan. Pemain Persebaya langsung meninggalkan lapangan, tetapi beberapa pemain Arema yang masih berada di lapangan ternyata juga ikut diserang.

"Laporan lokal mengatakan bahwa hingga 3 ribu penonton, dari 40 ribu (penonton keseluruhan) turun ke lapangan. Polisi menyebutkan 13 kendaraan rusak, termasuk 10 mobil polisi," lapor The Guardian, yang berkerja sama dengan Reuters dan AFP untuk meliput berita ini.

Baik The Guardian maupun Daily Mail, dalam mendukung laporannya, ikut memampang foto-foto dari kerusuhan. Di antaranya termasuk gambar di mana sejumlah anak muda yang melempar batu ke kendaraan-kendaraan yang  lewat di stadion hingga truk polisi yang terjungkal, hangus terbakar.

Pemerintah Indonesia telah meminta maaf atas bencana tersebut dan berjanji untuk menyelidiki keadaannya. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) juga mengatakan akan meluncurkan penyelidikan atas apa yang terjadi. 

Akibat insiden maut ini, Liga Indonesia akhirnya dihentikan sementara selama seminggu, The Guardian melaporkan.[]