News

Media Asing Soroti Penyebaran Delta, Sebut Asia Tenggara Paling Parah Terkena Dampak, 'Indonesia Pusat Virus Corona'

CNN lantas menyebut bahwa Indonesia telah menderita krisis kesehatan akibat Covid-19


Media Asing Soroti Penyebaran Delta, Sebut Asia Tenggara Paling Parah Terkena Dampak, 'Indonesia Pusat Virus Corona'
Para pekerja pemakaman dengan baju pelindungnya menurunkan peti mati korban Covid-19 ke kuburan untuk dimakamkan di Pemakaman Cipenjo, Bogor, Jawa Barat, 14 Juli 2021 (Achmad Ibrahim/AP)

AKURAT.CO, Media ternama asal Amerika Serikat, CNN baru saja menyoroti pergulatan negara-negara Asia dalam melawan varian Delta yang makin merebak. Dalam liputannya itu, CNN menegaskan bahwa gelombang penyebaran Delta sangat terasa di Asia Tenggara dibanding dengan negara-negara Asia lainnya seperti China, Jepang, hingga Korea Selatan. Ini terbukti dari peningkatan yang pesat dalam jumlah kasus dan kematian yang dicatat oleh negara-negara Asia Tenggara.

CNN juga memberi bukti drastisnya perubahan situasi penanganan Covid-19 di negara-negara Asia Tenggara. Dikatakan bahwa pada tahun lalu, Asia Tenggara berhasil menahan wabah. Namun, kini, Asia Tenggara justru pontang-panting dengan layanan kesehatan yang kewalahan, kekurangan tempat tidur rumah sakit, peralatan, hingga pasokan oksigen. 

Disebutkan pula bagaimana Asia Tenggara masih harus menerapkan kembali penguncian, menutup pabrik di pusat manufaktur penting dan membatasi pergerakan warga. Sementara menurut CNN, warga sudah menderita secara finansial. 

"Frustrasi di antara warga yang dipaksa untuk menahan lebih banyak pembatasan pada kebebasan dan kemampuan mereka untuk bekerja sedang mencapai titik didihnya - dan protes terhadap penanganan pemerintah mereka terhadap wabah telah pecah di Malaysia dan Thailand," tulis CNN, Kamis (5/8) dalam tajuk 'Varian Delta Merusak Dunia tetapi Mendorong Asia Tenggara ke Titik Puncak'.

Media Asing Soroti Penyebaran Delta, Sebut Asia Tenggara Paling Parah Terkena Dampak, Indonesia Pusat Virus Corona - Foto 1
 Para pengunjuk rasa memegang mayat palsu selama demonstrasi di dekat Lapangan Kemerdekaan di Kuala Lumpur, menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia atas penanganannya terhadap pandemi virus corona-Wong Fok Loy/Sopa Images/Getty Images

CNN lantas membeberkan rendahnya tingkat vaksinasi yang dimiliki oleh negara-negara di Asia Tenggara. Namun, itu bukan termasuk Singapura yang dianggap sebagai negara kaya seperti Inggris dan telah memvaksinasi penuh lebih dari setengah populasinya.

Menggunakan Our World in Data, CNN pun menuliskan bahwa persentase warga Vietnam yang divaksin dengan dosis penuh hanya mencapai kurang dari 1 persen dari populasi. Sementara Thailand hanya sekitar 5 persen, Filipina 7,2 persen, dan Indonesia yang disebut CNN sebagai 'pusat virus corona' hanya berkisar 7,6 persen. 

Karena data itu, CNN menyebut bahwa varian Delta telah memperlihatkan kelemahan negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang rendah.

"Lebih dari satu setengah tahun pandemi, varian Delta yang lebih menular memperlihatkan kelemahan negara-negara dengan tingkat vaksin yang rendah, bahkan jika mereka sebelumnya sempat mengendalikan virus tersebut," sambung CNN. 

Setelahnya, CNN merinci berbagai masalah penanganan, grafik lonjakan hingga gambaran carut-marutnya situasi Covid-19 di masing-masing negara di Asia Tenggara. Dalam daftarnya itu, CNN memasukkan negara Vietnam, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Myanmar yang mengalami 'keruntuhan ganda' karena dilanda kudeta dan gelombang corona.