News

Media Asing Soroti Pembukaan Bali untuk Wisatawan Asing: Mengapa Tak Ada Penerbangan Langsung?

Dalam tajuknya Al Jazeera mempertanyakan menagapa belum ada penerbangan langsung meski Bali sudah membuka pintunya.


Media Asing Soroti Pembukaan Bali untuk Wisatawan Asing: Mengapa Tak Ada Penerbangan Langsung?
Dalam foto ini, sejumlah penumpang mengantre di Bandara Internasional Ngurah Rai karena pulau resor di Indonesia Bali akan dibuka kembali untuk penerbangan internasional pada Kamis (14/10) (Fikri Yusuf/Antara Foto via Reuters)

AKURAT.CO  Keputusan pemerintah Indonesia untuk membuka pintu masuk Bali bagi turis asing ramai disorot media asing. Bahkan pada Kamis (14/10) ini, topik soal Bali terlihat memenenuhi lusinan media dari luar, beberapa di antaranya termasuk surat-surat kabar ternama dunia.

Al Jazeera misalnya, ikut memberitakan pembukaan kembali gerbang Bali untuk wisatawan asing. Namun menariknya, dalam tajuknya Al Jazeera juga mempertanyakan menagapa belum ada penerbangan langsung meski Bali sudah membuka pintunya.

"Bali Kembali Dibuka untuk Turis, tetapi Belum Ada Penerbangan Internasional Langsung," kata Al Jazeera dalam judul liputannya, Kamis. 

Al Jazeera kemudian menjelaskan bahwa Bali telah membangun sebagian besar kemakmurannya di bidang pariwisata. Namun, penutupan yang berkepanjangan, yang berlangsung hingga 18 bulan, telah membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan bisnis, termasuk hotel dan restoran, kata Al Jazeera.

Hingga pada Kamis, perbatasan yang ditutup telah dicabut dan Bali akhirnya bisa membuka kembali gerbangnya untuk wisatawan mancanegara. Akan tetapi, kata Al Jazeera, belum ada penerbangan internasional. 

Untuk menjelaskan hal itu, Al Jazeera lalu mengutip keterangan dari juru bicara bandara, Taufan Yudhistira. Dalam pernyatannya, Taufan pun menerangkan bahwa sejauh ini memang belum ada jadwal untuk penerbangan internasional. Dengan tidak adanya penerbangan langsung, maka pengunjung dari luar negeri harus terbang melalui Jakarta.

"Kata Taufan Yudhistira, 'Sejauh ini belum ada jadwal'," tulis Al Jazeera.

Al Jazeera lalu mengatakan bahwa alasan pembukaan adalah karena pemerintah Indonesia ingin menghidupkan kembali industri pariwisata Bali yang terkepung karena kasus Covid-19. Disebutkan bagaimana keputusan untuk membuka pintu kedatangan usai penurunan kasus infeksi yang tajam sejak Juli, yakni ketika Indonesia masih menjadi episentrum Covid-19 di Asia. 

Namun, menurut Al Jazeera, di balik upaya untuk menghidupkan kembali pariwisata Bali, rincian tentang pembukaan justru masih setengah-tengah atau belum merata.