News

Media Asing Soroti Korban Anak-anak di Tragedi Kanjuruhan

Media Asing Soroti Korban Anak-anak di Tragedi Kanjuruhan
Sisa-sisa kerusuhan setelah Arema FC kalah melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10). (ANTARA via REUTERS)

AKURAT.CO Media internasional tak henti-hentinya ikut mewartakan perkembangan berita tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10). Salah satunya datang dari media Inggris, Reuters, yang menyoroti penggunaan gas air mata yang melanggar aturan FIFA dan banyaknya anak ikut menjadi korban.

Dalam laporannya pada Senin (3/10), Reuters menyebut para penonton yang panik terjepit ketika mencoba keluar dari stadion yang menyesakkan setelah polisi menembakkan gas air mata. Tindakan itu dilakukan dengan dalih membubarkan penggemar dari tim tuan rumah yang kalah yang berlari ke lapangan pada akhir pertandingan liga dalam negeri.

Setidaknya 32 korban adalah anak-anak berusia 3-17 tahun, menurut Nahar, seorang pejabat di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak kepada Reuters. Sebelumnya, ia menyebut jumlah anak-anak yang tewas adalah 17 orang.

baca juga:

Media Asing Terus Wartakan Perkembangan Tragedi Kanjuruhan, Soroti Korban Anak dan Gas Air Mata - Foto 1
Antara Foto via REUTERS

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD berjanji akan membentuk tim pencari fakta independen. Anggotanya nanti mencakup akademisi, pakar sepak bola, dan pejabat pemerintah untuk menyelidiki apa yang terjadi. Mereka akan bertugas mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini selama beberapa hari ke depan.

Pemerintah juga akan memberikan Rp50 juta sebagai kompensasi bagi setiap keluarga korban, sedangkan ratusan korban luka akan dirawat secara gratis.

Sementara itu, polisi dan para pejabat olahraga telah dikirim ke Malang untuk menyelidiki salah satu musibah stadion paling mematikan di dunia ini. Presiden Joko Widodo pun memerintahkan asosiasi sepak bola untuk menangguhkan seluruh pertandingan Liga 1 sampai penyelidikan selesai.

Media Asing Terus Wartakan Perkembangan Tragedi Kanjuruhan, Soroti Korban Anak dan Gas Air Mata - Foto 2
Antara Foto via REUTERS

Reuters pun mengutip FIFA yang menyebut dalam peraturan keamanannya bahwa senjata api atau 'gas pengendali massa' dilarang digunakan dalam pertandingan.

"Jika tak ada gas air mata mungkin tak akan ada kekacauan," kritik Choirul Anam, komisioner Komnas HAM, pada Senin (3/10).

Menurut Mahfud, stadion terisi melebihi kapasitas. Sekitar 42 ribu tiket telah dirilis untuk stadion yang dirancang hanya menampung 38 ribu orang. Tiket pun tak dijual kepada penggemar Persebaya karena masalah keamanan.

Media Asing Terus Wartakan Perkembangan Tragedi Kanjuruhan, Soroti Korban Anak dan Gas Air Mata - Foto 3
Antara Foto via REUTERS

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana menangis saat meminta maaf pada Senin (3/10) kepada para korban. Ia mengaku siap bertanggung jawab penuh atas tragedi ini.

"Satu hasil pertandingan tak layak dibayar dengan nyawa manusia," ratap Javier Roca, pelatih Arema FC.

Insiden ini juga menuai keprihatinan dari FIFA. Federasi ini menyebutnya sebagai hari kelam bagi seluruh insan sepak bola dan tragedi di luar akal pikiran. Mereka juga meminta otoritas sepak bola Indonesia untuk melaporkan insiden tersebut. []