News

Media Asing Soroti Ambruknya Tembok MTs Negeri 19 yang Telan 3 Nyawa Siswa

Media Asing Soroti Ambruknya Tembok MTs Negeri 19 yang Telan 3 Nyawa Siswa
Seorang pria berjalan melalui jalan yang digenangi banjir di Jakarta, Kamis (6/10) (AFP)

AKURAT.CO  Media asing ikut soroti insiden robohnya tembok pembatas bangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 19 di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan. Seperti diketahui, insiden ini telah menewaskan sedikitnya tiga siswa, dan melukai tiga lainnya.

Straits Times menjadi outlet berita yang turut melaporkan peristiwa tersebut. Dalam ulasannya, media Singapura ini mengungkap bagaimana insiden terjadi di tengah bencana banjir yang menerjang ibu kota Jakarta. Straits Times juga mengatakan bahwa jumlah korban akibat ambruknya tembok mencapai setidaknya tiga orang. 

"Setidaknya tiga orang tewas di Indonesia pada hari Kamis setelah banjir di ibu kota Jakarta melanda sebuah sekolah dan menyebabkan tembok runtuh," tulis surat kabar berbahasa Inggris itu, mengutip keterangan dari seorang pejabat polisi kepada media lokal.

baca juga:

Dijabarkan kemudian oleh media tersebut, bahwa wilayah metropolitan Jabodetabek menampung sekitar 30 juta orang, tetapi sering dilanda banjir di musim hujan.

Sejauh ini, dugaan merujuk bahwa tembok MTs Negeri 19 jebol akibat luapan air saat hujan deras mengguyur ibu kota kemarin. Straits Times pun melaporkan analisis itu, sambil menyertakan keterangan dari Kapolsek Cilandak, Multazam Lisendra.

"Kata Multazam Lisendra, Kapolsek Cilandak, Jakarta Selatan, penyebabnya perlu diselidiki lebih lanjut, tapi asumsi awal ada begitu banyak tekanan dari luapan sungai yang mendorong dan merobohkan tembok sekolah. Air telah meluap ke sekolah," ungkap Straits Times, Kamis. 

Straits Times melaporkan bahwa ketiga korban meninggal adalah para siswa sekolah MTsN 19 di Jakarta Selatan. Sementara media Indonesia sudah mulai membeberkan nama-nama para korban, Straits Times masih mengatakan bahwa polisi belum mengonfirmasi identitas korban.

Selain menjabarkan soal runtuhnya tembok dan korban, media itu juga menggambarkan bagaimana paniknya para siswa ketika mencoba mengungsi dari sekolah, terendam air setinggi pinggang. Untuk mendukung laporan ini, Straits Times menyertakan unggahan video yang beredar di media sosial, menunjukkan beberapa pelajar remaja menangis mengarungi terjangan air bah.

Dalam ulasan terakhirnya, Straits Times pun membeberkan berbagai insiden banjir di Jakarta, di mana terkadang bencana tersebut sampai menelan banyak korban jiwa.

Pada Februari lalu misalnya, dikatakan bahwa lima orang tewas di tengah banjir yang melanda seluruh ibu kota. Dilaporkan pula bagaimana saat itu, air menenggelamkan seluruh lingkungan hingga mengirim ribuan orang ke tempat penampungan.

Lalu pada tahun 2020, Jakarta mengalami beberapa banjir paling mematikan dalam beberapa tahun, setelah hujan lebat yang juga memicu tanah longsor.

"Sedikitnya 67 orang di ibu kota dan kota-kota terdekat telah tewas dalam bencana itu, dengan air banjir mencapai lantai dua di beberapa bangunan setelah sungai meluap," kata Straits Times yang mengutip laporan AFP, dalam artikel bertajuk 3 Dead in Jakarta Floods After School Wall Collapse: Police.[]