News

Media Asing Soroti 350 Dokter Indonesia yang Tertular COVID-19 meski Telah Divaksin Sinovac

Mayoritas petugas medis di Indonesia divaksin Sinovac, sedangkan seberapa besar efektivitasnya melawan varian Delta di dunia nyata belum diketahui.


Media Asing Soroti 350 Dokter Indonesia yang Tertular COVID-19 meski Telah Divaksin Sinovac
Seorang pria disuntik vaksin dalam program vaksinasi massal di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Selasa (15/6). (Foto: Associated Press)

AKURAT.CO, Lebih dari 350 dokter di Indonesia telah tertular COVID-19, meski telah divaksinasi dengan Sinovac. Puluhan di antaranya pun sampai dirawat di rumah sakit. Akibatnya, timbul kekhawatiran terhadap kemanjuran sejumlah vaksin terhadap varian virus yang lebih mematikan.

Situasi ini rupanya juga ikut menarik perhatian internasional. Salah satunya dilaporkan oleh media asing asal Inggris, Reuters.

Berdasarkan laporan Reuters pada Kamis (17/6), sebagian besar dokter tersebut tidak menunjukkan gejala dan isolasi mandiri di rumah, menurut keterangan Badai Ismoyo, kepala dinas kesehatan kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Namun, puluhan di antaranya dirawat di rumah sakit karena demam tinggi dan penurunan tingkat saturasi oksigen.

Kudus tengah dilanda wabah yang diyakini didorong oleh varian Delta yang lebih menular. Akibatnya, tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit melebihi 90 persen di kabupaten tersebut.

Masuk dalam kelompok prioritas, petugas medis Indonesia menjadi yang pertama divaksinasi sejak program imunisasi massal dimulai pada bulan Januari. Hampir semuanya telah disuntik vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi China Sinovac, menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Angka kematian petugas medis Tanah Air akibat COVID-19 pun berhasil turun secara signifikan, dari 158 kematian pada Januari menjadi 13 kematian pada bulan Mei, menurut data LaporCovid-19. Namun, pakar kesehatan masyarakat mengungkapkan kalau angka rawat inap di Pulau Jawa memprihatinkan.

Baca Juga: Terbukti Aman, Vaksin Sinovac Dapat Izin Penggunaan Darurat oleh WHO

"Data menunjukkan mereka tertular varian Delta (di Kudus), sehingga tak mengherankan infeksinya jauh lebih tinggi dari sebelumnya. Pasalnya, seperti yang kita ketahui, mayoritas petugas medis di Indonesia disuntik Sinovac, sedangkan kita masih belum tahu seberapa efektif itu di dunia nyata melawan varian Delta," kata Dicky Budiman, ahli epidemiologi dari Universitas Griffith Australia.

Sayangnya, juru bicara dari Sinovac dan Kementerian Kesehatan Indonesia belum bisa dihubungi oleh Reuters untuk mengomentari kemanjuran CoronaVac dari Sinovac terhadap varian virus corona yang lebih baru.

Bergulat dengan lebih dari 1,9 juta kasus dan 53 ribu kematian, dan menjadi salah satu yang terburuk di Asia, ada banyak dokter dan perawat di Indonesia yang meninggal, yakni mencapai 946 kematian.

Banyak yang kini sudah bosan dengan pandemi dan semakin tak peduli dengan protokol kesehatan setelah divaksinasi, menurut Lenny Ekawati dari LaporCovid-19.

"Fenomena itu cukup sering terjadi akhir-akhir ini. Tak hanya di kalangan masyarakat, tetapi juga petugas medis. Mereka mengira sudah aman karena telah divaksin," ungkapnya.

Namun, karena diidentifikasi lebih banyak kasus varian Delta yang sangat menular, data mulai menceritakan 'kisah' yang berbeda. Di seluruh Indonesia, setidaknya 5 dokter dan 1 perawat meninggal karena COVID-19, meski telah divaksinasi, menurut LaporCovid-19, walaupun satu di antaranya baru disuntik dosis pertama.

Di Kudus, seorang dokter senior telah meninggal, meski diketahui punya penyakit penyerta, menurut IDI. Sementara itu, di Jakarta, menurut ahli radiologi Prijo Sidipratomo, ia tahu setidaknya 6 dokter di kota itu dirawat di rumah sakit akibat COVID-19 dalam sebulan terakhir, meski telah divaksin. Salah satunya saat ini dirawat di ICU.

"Ini mengkhawatirkan kami karena kami tak bisa hanya mengandalkan vaksin," ujarnya.

Ia pun mendesak masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

Beberapa pekan setelah hari raya Idulfitri, Reuters menyebut Indonesia telah mengalami lonjakan kasus, dengan angka positif melebihi 23 persen pada Rabu (16/6) dan kasus hariannya mendekati 10 ribu, tertinggi sejak akhir Februari. Dalam laporan terbarunya, WHO mendesak Indonesia untuk memperketat lockdown di tengah naiknya penularan dan lonjakan tingkat hunian tempat tidur rumah sakit.[]