News

Media Asing Ramai Soroti Misi Perdamaian Jokowi untuk Perang Ukraina, Berambisi Aktifkan Pasokan Pangan Dunia

Media Asing Ramai Soroti Misi Perdamaian Jokowi untuk Perang Ukraina, Berambisi Aktifkan Pasokan Pangan Dunia


Media Asing Ramai Soroti Misi Perdamaian Jokowi untuk Perang Ukraina, Berambisi Aktifkan Pasokan Pangan Dunia
Indonesia memegang jabatan presidensi bergilir G20 untuk tahun ini ( Jose Luis Magana AFP)

AKURAT.CO Misi perdamaian yang diusung Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) untuk Ukraina dan Rusia, ramai diberitakan media luar negeri. Tercatat sejak tiga hari lalu, berbagai surat kabar asing mewartakan upaya Jokowi tersebut, yang ingin agar kedua pemimpin bisa 'berembuk' demi diakhirinya konflik.

Media Prancis, France24 menjadi salah satu yang mengulas langkah Jokowi di perang Ukraina. Seperti media tanah air lainnya, France24 menggambarkan bagaimana Jokowi menyambangi Rusia dan Ukraina yang terus digempur rudal Kremlin.

Dilaporkan bahwa Jokowi, sebagai ketua G20, berangkat pada Minggu (26/6) ke Eropa untuk KTTG7, kemudian setelahnya langsung bertolak ke Kyiv dan Moscow, bertemu dengan kedua pemimpin.

baca juga:

"Presiden Indonesia dan Ketua G20 Joko Widodo berangkat pada hari Minggu ke Eropa di mana dia mengatakan dia berencana untuk mengunjungi Rusia dan Ukraina dan bertemu dengan para pemimpin negara untuk mendesak pembicaraan damai."

"Widodo berangkat ke Jerman untuk hadir sebagai tamu KTT G7 pada 26-27 Juni, dan kemudian akan pergi ke ibu kota Ukraina, Kyiv, untuk bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky. Dalam konferensi  pers di Jakarta, ia berkata bahwa 'misinya adalah meminta Presiden Zelensky membuka forum dialog untuk perdamaian, karena perang harus dihentikan'," tulis France24 mengutip laporan kantor berita AFP.

Selanjutnya, France24 mengatakan soal diskusi tentang masalah rantai makanan global, yang diketahui terganggu karena serangan Rusia ke Ukraina. Sebelum perang, Ukraina adalah salah satu pemasok gandum terbesar untuk Indonesia.

Dilaporkan bahwa Jokowi dan Zelensky nantinya akan membahas masalah tersebut.

Untuk kunjungan ke Moscow, Jokowi direncanakan akan tiba pada 30 Juni. Adapun misi bertemu dengan Presiden Vladimir Putin adalah sama dengan pemimpin Ukraina, yakni agar Putin mau berdialog dan melakukan gencatan senjata sehingga perang bisa segera dihentikan.

"Dengan misi yang sama, saya akan meminta Presiden Putin untuk membuka dialog dan segera melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang," kata Jokowi, menurut laporan France24. 

Konflik Ukraina telah berdampak besar pada industri global, menyebabkan kekurangan pangan dan energi yang telah memicu inflasi di banyak negara.

Peluang Minim

Pemberitaan hampir serupa juga ditulis Reuters, salah satu kantor berita terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Inggris.

Reuters melaporkan bahwa Jokowi akan mendesak Rusia dan Ukraina untuk menghidupkan kembali pembicaraan damai. Di Kyiv dan Moscow juga, kata Reuters, Jokowi akan mencari cara untuk membebaskan ekspor gandum ke pasar global.

"Kata Jokowi sebelum meninggalkan Jakarta untuk pertemuan G7 di Jerman, adalah bahwa perang harus dihentikan dan rantai pasokan pangan global perlu diaktifkan kembali," tulis Reuters, mengutip peryataan langsung dari presiden  Indonesia itu.

Reuters juga memberitakan soal bagaimana Jokowi telah ditunjuk sebagai salah satu anggota 'champion' untuk Global Crisis Response Group (GCRG), yang dibentuk sebagai upaya untuk mengatasi ancaman kelaparan global akibat perang Ukraina.

Media Asing Ramai Soroti Misi Perdamaian Jokowi untuk Perang Ukraina, Berambisi Aktifkan Pasokan Pangan Dunia - Foto 1
 Dalam misi perdamaiannya, Presiden Joko Widodo akan bertemu dengan kedua pemimpin, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Volodymyr Zelensky-AP

Meski begitu, analisis mengatakan upaya Jokowi dalam kaitannya dengan perang Ukraina tidak akan mudah. Walaupun dalam hal ini, Indonesia memiliki hubungan hangat dengan Kremlin.

"Menurut Wahid Supriadi, mantan diplomat dan duta besar Indonesia untuk Rusia periode 2016-2020, Jokowi menikmati hubungan yang 'sangat baik' dengan Putin. Indonesia bahkan dapat menjadi tuan rumah dialog awal antara kedua negara.

"Kata Supriadi, itu tidak akan mudah, tapi itu bukan tidak mungkin," lanjut Reuters. 

Jokowi, mantan pengusaha yang menjadi politisi yang menjalani masa jabatan kedua dan terakhirnya, baru-baru ini juga telah mengambil peran yang lebih aktif dalam urusan luar negeri. Ini termasuk dalam upaya regional untuk membawa perdamaian ke Myanmar setelah kudeta tahun lalu.

Namun, analisis lain, kata Reuters, juga berpendapat bahwa peluang Jokowi untuk mempersatukan Putin-Zelensky 'sangat minim'.

"Ben Bland, direktur Program Asia-Pasifik di Chatham House, mengatakan peluang Indonesia untuk menemukan titik temu antara para pemimpin Rusia dan Ukraina 'sangat minim'.

"Tetapi, sebagai salah satu negara berkembang terbesar di dunia dan mitra persahabatan Rusia dan Ukraina, Indonesia adalah suara penting di panggung global," tulis Reuters mengutip pendapat Bland, dalam laporan bertajuk 'Misi Perdamaian Indonesia ke Rusia dan Ukraina untuk Fokus pada Krisis Pangan'..

Indonesia melakukan apa yang digambarkannya sebagai politik luar negeri nonblok yang 'mandiri dan aktif', yang berarti negara itu berusaha untuk tetap netral.

Kebijakan itu membuat Indonesia masuk dalam sekelompok kecil negara, seperti Israel dan India yang memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat tetapi juga berbicara dengan Rusia. []