Olahraga

Media Asing Ingatkan Publik, Eng Hian Pernah Raih Medali Olimpiade

"Sekitar 70


Media Asing Ingatkan Publik, Eng Hian Pernah Raih Medali Olimpiade
Duet ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bersama pelatih mereka, Eng Hian, selepas menjuarai Thailand Terbuka 2021 di Bangkok, Thailand, Minggu (17/1). (PBSI)

AKURAT.CO, Kesuksesan Eng Hian membawa Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 tidak hanya melambungkan nama atletnya, namun juga namanya sendiri.

Kini, Eng Hian menjadi sorotan beberapa media luar Indonesia. Sejalan dengan itu, bonus masih terus mengalir ke pundi-pundinya atas prestasi tersebut.

Selain rasa bangga karena anak didiknya jadi juara, Eng Hian juga mendapatkan guyuran bonus melimpah dan menjadi sorotan baik di Indonesia, maupun di luar negeri.

Badminton Asia, melalui sebuah artikel yang terbit pada 17 September 2021 kemarin menuliskan perjalanan pelatih yang akrab disapa Coach Didi ini dari seorang pemain di Olimpiade menjadi pelatih di Olimpiade.

Media yang menaungi Asosiasi Badminton Asia tersebut menyebutkan bahwa Eng Hian sudah sangat akrab dengan Olimpiade, mengingat dulunya juga pernah meraih medali di Olimpiade sebagai pemain.

 Ya.  Eng Hian dulunya merupakan peraih perunggu di Athena 2004 bersama mantan pasangannya di ganda putra, Flandy Limpele.

“Sekarang sebagai pelatih, dia (Eng Hian) menggunakan pengalaman itu untuk membantu melatih dan mengembangkan para pemainnya,” demikian kata Badminton Asia.

Ditanyai Badminton Asia mengenai proses pelatihan untuk Olimpiade Tokyo 2020, Eng Hian mengakui bahwa sebelum berlatih, dirinya melakukan diskusi bersama Greysia/Apriyani termasuk berbagi pengalaman Olimpiade dirinya dan Greysia (di Olimpiade London dan Rio).

 “Dalam hal persiapan, sebagian besar adalah hal-hal non-teknis bagi mereka. Sekitar 70% adalah tentang bagaimana kita bisa mempersiapkan mental mereka untuk Olimpiade,” kata Eng Hian.

Bantuan Psikolog Jelang Olimpiade Tokyo Eng Hian juga menekankan bahwa dirinya mewanti-wanti Greysia/Apriyani untuk bisa mengatasi ekspetasi terlalu tinggi selama di Olimpiade. Proses pelatihan ini bahkan melibatkan psikolog, ahli gizi, sport-science dan banyak lagi.

“Bagi Greysia dan Apriyani, sesi psikolog membantu mereka secara individu membuka pikiran dan perasaan satu sama lain, terutama dalam komunikasi pengadilan. Kemudian setelah 4 bulan, mereka melakukan sesi bersama dengan psikolog,” sambung Eng Hian.

Hal yang menurut Badminton Asia sangat aneh adalah ketika Eng Hian mengungkapkan bahwa selama delapan bulan persiapan Olimpiade Tokyo, dirinya tidak pernah menyebutkan target meraih medali emas.

“Tidak. Yang kami sebutkan adalah bagaimana keduanya bisa membuat sejarah sebagai pasangan ganda putri Indonesia, itu saja. Kami tidak secara spesifik menyebutkan 'warna' medali apa,” pungkas Eng Hian.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com