Olahraga

Medali Cantika Diharapkan jadi Momentum Tim Angkat Besi Raih Emas

Cantika meraih perunggu di kelas 49 kg putri.


Medali Cantika Diharapkan jadi Momentum Tim Angkat Besi Raih Emas
Pelatih angkat besi Indonesia, Dirdja Wihardja (kanan) (ANTARAFOTO)

AKURAT.CO, Windy Cantika Aisah berhasil menyumbangkan medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020. Cantika meraih medali perunggu saat tampil di kelas 49 kg putri.

Pelatih angkat besi Indonesia, Dirja Wihardja bahkan berharap apa yang diraih Cantika itu bisa menjadi momentum tim angkat besi untuk meraih medali emas pada pesta olahraga empat tahunan tersebut.

“Ini momentum untuk rekan-rekan yang akan tampil di Olimpiade. Besok (Minggu 25/7) masih ada Eko Yuli Irawan dan Deni yang tampil,” kata Dirdja dalam jumpa pers virtual langsung dari Tokyo, Sabtu (24/7).

“Mudah-mudahan besok angkat besi bukan hanya menjalani tradisi menyumbang medali saja, tapi juga jadi penyumbang medali emas bagi Indonesia selain bulu tangkis.”

Selain itu, Dirdja juga mengatakan bahwa apa yang diraih oleh Cantika sendiri adalah berkat kerja keras dirinya dan semua tim yang terlibat.

“Semua ini kerja sama tim. Yang jelas kita sangat bangga dengan Cantika. Di usianya yang masih 19 tahun sudah bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara,” jelas pelatih yang kerap mencetak lifter-lifter kelas dunia

Disinggung mengenai tradisi medali olimpiade yang selalu mampu diberikan oleh tim angkat besi, Dirdja mengatakan bahwa hal itu bisa tercipta lantaran pembinaan Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) di tingkat junior tidak terputus.

PABBSI rutin mengadakan Kejuaraan Satria untuk menyeleksi bibit-bibit unggul untuk cabor angkat besi. Terlebih kejuaraan itu diikuti oleh atlet-atlet muda berusia 15-17 tahun dari seluruh pelosok Tanah Air.

“Kami banyak dapat bibit dari daerah, Cantika itu dari Bandung, juara dunia junior Rizky Juniansyah dari Banten. Kami selalu memantau perkembangan, progres dan prestasi atlet-atlet daerah,” Dirdja memaparkan.