Tech

McAfee : Lebih dari 50% Serangan Cloud Sasar Layanan Jasa Keuangan

Kini penjahat siber menciptakan jenis ancaman dan taktik baru untuk menyerang berbagai lembaga vital


McAfee : Lebih dari 50% Serangan Cloud Sasar Layanan Jasa Keuangan
Ilustrasi serangan siber di Equifax (GETTY IMAGES)

AKURAT.CO McAfee Enterprise mengungkap laporan ancaman siber terbarunya yaitu 'Advanced Threat Research Report: October 2021' yang mengulas aktivitas kriminal siber terkait ransomware dan ancaman keamanan cloud di kuartal kedua tahun 2021. 

Setiap kuartal, McAfee mengamati lansekap ancaman siber di dunia menggunakan riset dan analisa mendalam berdasarkan data yang dikelola oleh McAfee Global Threat Intelligence cloud yang didapatkan dari milyaran sensor yang ditempatkan di berbagai vektor ancaman di dunia.

Laporan menunjukkan seiring dengan semakin fleksibelnya pola kerja kantoran, kini penjahat siber menciptakan jenis ancaman dan taktik baru untuk menyerang berbagai lembaga vital meliputi pemerintahan, jasa keuangan dan juga hiburan. 

Dampak COVID-19 terhadap dunia kerja juga berdampak pada meningkatnya ancaman cloud. McAfee menyatakan di kuartal kedua 2021, semakin banyak kantor yang menyesuaikan sistem keamanan layanan cloud mereka dengan pola kerja fleksibel para karyawannya, dan hal ini membuka celah baru bagi para penjahat siber.

“Pelaku bisnis harus mulai mengadopsi sistem keamanan baru yang bisa mengimbangi pola kerja fleksibel dan terpencar-pencar, seperti contohnya menggunakan pendekatan zero-trust, atau mulai dari langkah mudah misalnya memberikan pemahaman akan ancaman keamanan siber kepada para karyawannya yang sehari-hari menggunakan layanan cloud untuk bekerja,” kata Jonathan Tan, Managing Director Asia at McAfee Enterprise dalam keterangan tertulis yang diterima Akurat.co.

Menurut data McAfee Enterprise Research, di kuartal lalu, bidang ini adalah yang paling terdampak di 10 negara yakni AS, India, Australia, Kanada, Brasil, Jepang, Meksiko, Inggris, Singapura dan Jerman.

Layanan jasa keuangan/finansial, merupakan sektor yang paling sering mengalami serangan cloud, diikuti sektor kesehatan, manufaktur, ritel dan jasa profesional.

Layanan jasa keuangan ini menjadi sasaran lebih dari 50% serangan cloud yang terjadi, terutama di negara AS, Singapura, Tiongkok, Perancis, Kanada dan Australia.

Di AS, serangan cloud terhadap berbagai sektor vital mencapai 34% dari keseluruhan serangan keamanan siber, sedangkan di Inggris menurun 19%.