News

Mayoritas Pasien Covid-19 DKI Ogah Pakai Fasilitas Pemerintah Buat Isolasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 26.961 pasien Covid-19 di Jakarta melakukan isolasi mandiri di fasilitas pribadi


Mayoritas Pasien Covid-19 DKI Ogah Pakai Fasilitas Pemerintah Buat Isolasi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO,Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencatat sebanyak 26.961 pasien Covid-19 di Jakarta melakukan isolasi mandiri di fasilitas pribadi.

Sementara pasien corona yang menjalani karantina di fasilitas yang disediakan pemerintah mencapai 13.849 orang. Data itu baru direkap hari ini Sabtu (31/7/2021).

Dari data ini dapat dilihat, mayoritas pasien penyakit menular itu lebih memilih menjalani masa pemulihan di rumah masing-masing ketimbang di tempat yang disediakan pemerintah.

"Isoman mandiri 26.961 yang dirawat di rumah sakit 13.849," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ketika doorstop virtual dengan wartawan Balai Kota, Sabtu (31/7/2021).

Ariza mengklaim semua pasien itu adalah orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan, sehingga risiko kematiannya juga rendah.  Ariza mengakui jumlah pasien yang mengkarantina diri di rumah belakangan ini memang mengalami peningkatan.

"Rata-rata yang isoman OTG yang kasusnya tanpa gejala, memang minggu lalu ada peningkatan," ujarnya.

Banyaknya pasien corona yang memilih melakukan isolasi mandiri bikin Ariza khawatir, sebab bisa saja mereka tak terkontrol dengan baik dan justru menularkan penyakit ini kepada anggota keluarga lainnya karena fasilitas yang tak memadai.

Untuk itu dia meminta pasien corona yang minim fasilitas bisa mengkarantina diri di tempat -tempat yang telah disediakan Pemerintah Provinsi DKI.

"Kita minta yang isoman tidak lagi dilakukan di rumah, semaksimal mungkin di tempat yang telah kami siapkan di rumah kecuali yang betul-betul memenuhi syarat dan koordinasinya baik," pintanya.

Tidak hanya itu, Ariza juga curiga banyak pasien corona yang diam-diam mengkarantina diri di rumah tanpa adanya koordinasi dengan satgas Covid-19 di lingkup Rt/Rw. Ini yang berbahaya karena mereka benar - benar di luar pantauan Satgas.

"Kami minta yang isoman terus melakukan komunikasi yang intens dengan satgas dengan puskesmas kemudian RT dan RW setempat lurah setempat perlu ada komunikasi bahkan yang ketiga kami minta yang isoman dengan keluarga juga komunikasi jangan sampai isoman tidak boleh berinteraksi langsung apakah di rumah atau tempat-tempat lain," ucapnya.

Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyediakan tempat isolasi terkendali bagi pasien corona, jumlah fasilitasnya mencapai 184 tempat dengan kapasitas yang dapat menampung 26.134 orang.

Hal ini telah tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 891 Tahun 2021 Tentang Penetapan Lokasi Isolasi dan Standar Operasional Prosedur Pengelolaan Lokasi Isolasi Dalam Rangka Penanganan Covid-19.

Dalam Kepgub itu, Gubernur  Anies Baswedan menunjuk sejumlah fasilitas menjadi tempat karantina pasien corona, mulai dari rumah susun, rumah dinas pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wisma, Gedung Sekolah, Masjid hingga Gelanggan Olahraga Remaja (GOR).

Lantaran banyak yang memilih mengkarantina diri rumah, fasilitas isolasi dari pemerintah itu kini banyak yang lowong.

"Masih banyak sisanya, belum terisi. Masyarakat masih banyak menggunakan rumah masing-masing atau tempat masing-masing sebagai tempat isoman,bukan tempat yang disiapkan,” tutup Ariza.[]