Ekonomi

May Day 2021, Buruh Gelar Aksi Teatrikal 'Kuburan Massal Korban Omnibus Law'

Ini merupakan simbol sudah banyaknya korban yang berjatuhan akibat penerapan beleid sapu jagat ini.


May Day 2021, Buruh Gelar Aksi Teatrikal 'Kuburan Massal Korban Omnibus Law'
Demo May day pada 1 Mei 2021 (Wayan Adhi Mahardhika)

AKURAT.CO Gelaran May Day tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana puluhan ribu buruh menuntut Mahkamah Konstitusi mencabut omnibus law UU Cipta Kerja dan menerapkan UMSK tahun 2021.

Demo buruh hari ini, mereka juga aksi melakukan teatrikal "kuburan massal korban-korban omnibus law". Ini merupakan simbol sudah banyaknya korban yang berjatuhan akibat penerapan beleid sapu jagat ini.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi buruh tahun ini melibatkan 50 ribu buruh, yang tersebar di 24 provinsi, 200 kabupaten/kota dan di 3.000 pabrik.

Demo secara nasional pun terlihat berpusat di daerah sekitaran Monas, di mana hanya beberapa perwakilan buruh yang menuju gedung Mahkamah Konstitusi untuk menyampaikan tuntutannya.

Keterangan Said Iqbal mengatakan, setidaknya ada 300 orang yang ikut demo hari ini. Mereka terdiri dari buruh dan mahasiswa.

"Ada sekitar 300 orang yang mengikuti aksi hari ini dan semua patuh terhadap protokol kesehatan," katanya saat demo di Monas, Jakarta, Sabtu (1/5/2021).

Sadi Iqbal memastikan, semua peserta demo telah melakukan rapid test dan juga taat mematuhi protokol kesehatan di manapun dan kapanpun.

"Tentu kita akan mengikuti arahan aparat keamanan dan Satgas Covid-19 untuk mengikuti standar kesehatan pencegahan Covid-19. Peserta aksi akan melakukan rapid antigen, memakai masker, hand sanitizer, dan menjaga jarak," lanjutnya. []